Menkeu Purbaya Pede Ekonomi Melaju Lebih Kencang Akhir 2025

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengutarakan optimismenya terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisa tahun ini.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 11 September 2025, 20:40 WIB
Terdapat lima menteri yang diganti pada reshuffle yang dilakukan pada Senin (8/9/2025), termasuk Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengutarakan optimismenya terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisa tahun ini.

Usai mencatat pertumbuhan ekonomi 5,12 persen di kuartal II 2025, Menkeu Purbaya meyakini laju ekonomi setidaknya bisa mendekati target 5,2 persen.

"Bisa mendekati itu," kata dia saat ditemui di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Menurut dia, masih terbuka ruang agar ekonomi bisa terus bertumbuh di sisa empat bulan 2025 ini. Jika itu terjadi, maka pertumbuhan ke depan bakal semakin terakselerasi.

"Seandainya triwulan ke-4 nanti tumbuhnya lebih cepat, saya yakin akan lebih cepat. Itu tanda-tandanya bahwa ekonomi kita sudah melewati titik terendah, dan ke depan akan bergerak lebih cepat lagi," ungkap dia.

Salah satu dorongannya yakni penyaluran dana sebesar Rp 200 triliun kepada 6 bank milik negara (Himbara). Dengan tujuan untuk mendongkrak likuditas di pasar keuangan.

"Kita memastikan sektor swasta jalan, nanti kita lihat butuhnya berapa lagi. Kita pelajari dampaknya," ujar Purbaya.

 

6 Bank Himbara Penerima Rp 200 Triliun

Saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kebijakan efisiensi anggaran internal akan terus berlanjut di 2026. (merdeka.com/Arie Basuki)

Adapun 6 bank Himbara yang mengantongi penyaluran dana Rp 200 triliun, antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Nasional (BSN).

Dari penempatan dana tersebut, Menkeu Purbaya mengaku belum menghitung lebih lanjut dampak ekonomi daripadanya.

"Tapi yang jelas itu kan percobaan pertama, taruh segitu dulu. Kita lihat dalam waktu seminggu, dua minggu, tiga minggu, seperti apa dampaknya ke ekonomi. Kalau kurang, tambah lagi," imbuhnya.

 

Separuh dari Saldo Anggaran Lebih

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Purbaya mengatakan, Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik negara di Bank Indonesia (BI) saat ini berjumlah Rp 440 triliun. Hampir separuhnya kemudian diputarkan kepada 6 bank Himbara tersebut.

"Daripada nongkrong aja. Tapi nanti kalau kurang kita bisa tambah lagi. Kan uang kita tambah terus kan, ada pajak segala macam, masuk lagi ke sistem," ungkap dia.

Ia lantas membebaskan pemakaian Rp 200 triliun kepada setiap bank. Dengan catatan, kucuran dana segar tersebut tidak digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Suka-suka bank. Yang penting kan kita likuiditas masuk ke sistem," kata Purbaya.

 

Cair Mulai Jumat Besok

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok LPS)

Secara jadwal, Purbaya menyebut uang Rp 200 triliun itu akan segera diluncurkan kepada bank Himbara pada Jumat (12/9/2025) besok.

Kementerian Keuangan nantinya bakal mengatur skema pembagian dana kepada bank-bank tersebut.

"Harusnya cepat. Malam ini saya tandatangan, besok udah masuk ke bank-bank itu," ujar Purbaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya