Pemuda Lintas Agama Bali Buka Posko Darurat Banjir

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali, Yogaswara Putra Utama mengatakan banjir yang melanda Bali harus ditangani bersama-sama

oleh Tim RegionalDiperbarui 11 September 2025, 17:25 WIB
Beberapa wilayah yang terdampak banjir, di antaranya berada di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung dan Kota Denpasar. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemuda lintas agama di Bali bergerak cepat dengan membuka posko 24 jam untuk menerima bantuan banjir bagi warga yang terdampak di gedung PWNU Provinsi Bali di Jl Pura Demak Nomor 31, Denpasar.

Adapun barang yang dibutuhkan adalah sembako, makanan siap saji, air bersih, pakaian anak dan dewasa, obat-obatan dan lain-lain.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali, Yogaswara Putra Utama mengatakan banjir yang melanda Bali harus ditangani bersama-sama

“Saat banjir tadi kita langsung koordinasi dengan teman-teman ketua pemuda lintas agama di Bali untuk langsung turun membantu evakuasi masyarakat yang terdampak. Sekarang kita membuka posko kemanusiaan,” ucap Yoga pada Rabu, 10 September 2025.

Senada dengan Yoga, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma juga telah meminta pengurus di Bali terus berkoordinasi.

"Saya sudah koordinasikan ke Pemuda Katolik Bali agar segera turun lapangan membantu warga, juga mendata terutama anak-anak, perempuan dan lansia," kata Gusma.

Sementara, itu Ketua PW GP Ansor Bali, H Tommy Reza Kurniawan memastikan dalam kondisi apapun pihaknya selalu siap terjun langsung ke lapangan.

 

Korban Jiwa

Pemuda lintas agama di Bali bergerak cepat dengan membuka posko 24 jam untuk menerima bantuan banjir bagi warga yang terdampak di gedung PWNU Provinsi Bali di Jl Pura Demak Nomor 31, Denpasar (Istimewa)

Sebagaimana data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban jiwa bertambah pada Kamis siang, 11 September 2025 per pukul 11.00 WITA.

"Total korban meninggal dunia yang sudah ditemukan berjumlah 14 jiwa dan yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga. Rincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa dan Kabupaten Badung 1 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keteranhan resmi.

Korban yang hilang sebanyak dua jiwa teridentifikasi di Kota Denpasar. Sementara itu, sejumlah warga mengungsi di beberapa titik pos pengungsian.

BPBD Provinsi Bali menginformasikan 562 warga mengungsi, dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar.

Sedangkan, fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara. Petugas gabungan masih melakukan upaya tanggap darurat seperti pencarian korban dan pengendalian banjir dan longsor yang berdampak kepada masyarakat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya