Langkah Kemhut Kendalikan Karhutla di Indonesia, Perkuat Kelembagaan Manggala Agni

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah melaksanakan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 2.076 di 23 provinsi Indonesia hingga 2 September 2025.

oleh Tim NewsDiperbarui 11 September 2025, 14:32 WIB
Petugas memadamkan kebakaran lahan di Jalan Sinar Kahayan, Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (4/8/2024).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah melaksanakan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 2.076 di 23 provinsi Indonesia hingga 2 September 2025.

Upaya pengendalian karhutla ini tidak lepas dari upaya bersama Tim Pendampingan Pengendalian Karhutla Daerah, Tim Posko Pengendalian Karhutla, dan Tim Klarifikasi Pelanggaran Izin dari Kementerian Kehutanan bersama pemerintah daerah dan kementerian/ lembaga dalam forum Desk Penanganan Karhutla.

Langkah komprehensif Kementerian Kehutanan ini bertujuan menjaga 95,5 juta hektare hutan Indonesia. Hal ini seperti disampaikan Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan Dwi Januanto.

"Sejak kuartal pertama 2025, ketika fase peringatan dan krisis karhutla belum terjadi, Kementerian Kehutanan berkoordinasi dengan tim pendampingan pengendalian karhutla daerah untuk manajemen pencegahan, pemadaman, dan penanganan pasca kejadian. Tim Manggala Agni terus berjaga pada periode krisis karhutla ini," ujar Dwi, melalui keterangan tertulis, Rabu (10/9/2025).

"Kami akan terus memperkuat posisi Manggala Agni sebagai garda terdepan Kementerian Kehutanan lewat strategi jangka panjang berbasis regulasi, kelembagaan, dan inovasi teknologi," sambung dia.

Menurut Dwi, sebagai bagian integral untuk strategi besar penanganan karhutla, penguatan peran dan kelembagaan Manggala Agni dibagi dalam tiga fase. Pertama, kata dia, jangka pendek (2025–2027) lewat optimalisasi patroli dan percepatan respons darurat.

"Kedua, jangka menengah (2028–2035) untuk revitalisasi peralatan, sistem pendukung keputusan, drone, dan satelit. Terakhir, jangka panjang (2036–2045) lewat integrasi kecerdasan buatan dan kelembagaan permanen Manggala Agni," papar Dwi.

 

Terus Tingkatkan Upaya Pengendalian Karhutla

Kementerian Kehutanan (Kemhut) telah melaksanakan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 2.076 di 23 provinsi Indonesia hingga 2 September 2025. (Ist)

Dwi mengapresiasi, Manggala Agni terus meningkatkan upaya pengendalian karhutla hingga berhasil menurunkan luas areal karhutla pada periode yang sama dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11.602 ha. Menurut dia, hingga Juli 2025 tercatat luas areal karhutla sebesar 95.056,06 ha.

"Peningkatan capaian ini masih terkendala tantangan utama dalam pelaksanaan penanggulangan karhutla berupa lokasi kebakaran yang berada di lahan gambut dengan karakteristik api bawah tanah, akses yang sulit dan jauh dijangkau para petugas, keterbatasan sumber air, serta kondisi cuaca ekstrem," ucap Dwi.

Sekali pun demikian, kata dia, berbagai upaya yang dilakukan dinilai efektif mengurangi luasan karhutla di tingkatan nasional.

"Dengan 2.100 personel Manggala Agni di 34 daerah operasi dan 10.225 anggota dari Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar pada 32 provinsi di Indonesia, mobilisasi Manggala Agni mengalami peningkatan upaya pengendalian karhutla pada fase krisis karhutla (Juni–Oktober)," ucap Dwi.

Pemadaman karhutla di tiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, tergantung pada tipologi lahan dan ekosistemnya. Hal ini seperti disampaikan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Thomas Nifinluri.

"Mayoritas disebabkan oleh aktivitas manusia, baik untuk pembukaan lahan maupun akibat kelalaian. Pola ini kami lihat konsisten tiap tahun, sehingga upaya pengendalian karhutla berfokus pada strategi pre-krisis dan krisis, tanpa meninggalkan upaya penanganan pasca karhutlanya melalui rehabilitasi lahan, pemetaan area lahan terbakar, dan penegakan hukum," kata Thomas.

 

Ikut Libatkan Masyarakat

Thomas melanjutkan, upaya efektif untuk mengurangi sebaran titik panas di Indonesia yaitu dengan pelibatan masyarakat sebagai garda depan pengendalian karhutla.

"Masyarakat turut dilibatkan dalam upaya pencegahan seperti pembuatan sekat bakar, patroli pencegahan, pembukaan lahan tanpa bakar serta pemanfaatan pengetahuan setempat untuk mitigasi dini karhutla," terang dia.

Sementara, lanjut Thomas, data NASA-TERRA/AQUA confidence level high di aplikasi Sipongi+ dari Kementerian Kehutanan per 4 September 2025 tercatat 1.796 titik panas/hotspot, sebaran titik panas terbanyak terkonsentrasi di Kalimantan Barat dengan 500 hotspot.

Dia menyebut, dalam mengantisipasi itu, sejak triwulan I upaya pengendalian karhutla berfokus pada strategi pre-krisis lewat patroli terpadu, kolaborasi bersama masyarakat di tingkat tapak untuk meningkatkan kesadaran dalam pengendalian karhutla, dan penyemaian awan sebagai bentuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) jika dibutuhkan.

"Praktik ini utamanya dilakukan ketika sebaran titik panas potensial berkembang menjadi karhutla, sehingga perlu dikombinasikan dengan mobilisasi lintas sektor untuk penanganan melalui darat dan udara," terang Thomas.

Dia menegaskan, Kementerian Kehutanan berkomitmen dalam menurunkan luasan karhutla tiap tahun sebesar 2 persen dengan baseline luas karhutla tahun 2019 seluas 1.649.258 ha untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia.

"Peningkatan kolaborasi lintas sektor terus dilaksanakan melalui Tim Supervisi Pengendalian Karhutla. Tim supervisi ini diatur dalam dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 267 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan Lingkup Kementerian Kehutanan Tahun 2025," ucap Thomas.

"Terdiri dari Tim Pendampingan Pengendalian Karhutla Daerah, Tim Posko Pengendalian Karhutla, dan Tim Klarifikasi Pelanggaran Izin dari Kementerian Kehutanan," sambung dia.

Infografis Infografis Karhutla dan Kabut Asap Kepung Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya