Liputan6.com, Jakarta - Anak-anak keturunan Indonesia di perbatasan Filipina Selatan kini memiliki peluang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tanah air.
Inisiatif ini hadir melalui kerja sama antara Sekolah Indonesia Davao (SID) dan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Iman Jakarta, yang menandai babak baru dalam upaya pemerintah merangkul kembali warga People with Indonesia Decent (PID) di pulau-pulau terluar seperti Balut dan Saranggani.
Advertisement
Kabar tersebut disampaikan saat kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Filipina, Prof Nina Yulianti, ke STT Iman Jakarta pada 7 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Prof Nina bertemu langsung dengan dua alumni SID, Evalyn Mamonto Layang dan Brigete Macaya Kuhanta, yang berhasil meraih beasiswa penuh di STT Iman sekaligus menorehkan prestasi dalam kompetisi. Wakil Ketua STT Iman Jakarta, Suyadi Thin, menyampaikan apresiasinya.
"Kami sangat terkesan dengan mereka. Kemampuan berbahasa Inggris dan seni mereka luar biasa,” ujar dia.
Cetak Lulusan Unggul
Menurut Suyadi, potensi yang dimiliki para alumni sejalan dengan visi STT Iman mencetak lulusan unggul, berkepekaan sosial-budaya, dan mampu berkomunikasi global.
Prof Nina, yang juga Plt Kepala SID, menilai kesempatan ini sangat berharga.
"Ini adalah pengalaman pertama bagi mereka menginjakkan kaki di Indonesia. Kami berharap ini akan mengobarkan semangat mereka untuk menimba ilmu, sekaligus menjadi duta yang membawa keluarga mereka kembali ke Indonesia dan mengabdi bagi bangsa," tutur dia.
Kerja sama STT Iman dan SID akan diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada September 2025. Setelah itu, STT Iman berencana mengunjungi Davao untuk melakukan pengabdian masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk Pulau Balut dan Saranggani.