Dedi Mulyadi Langsung Telepon Bupati Bogor Usai Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk saat Belajar: Segera Ditengok

Peristiwa itu menyebabkan 31 orang terdiri dari guru dan siswa luka-luka.

oleh Achmad SudarnoDiperbarui 10 September 2025, 17:10 WIB
Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk

Liputan6.com, Jakarta - Atap bangunan SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Rabu (10/9/2025) pagi. Sebanyak 31 orang terdiri dari guru dan siswa terluka.

Atap sekolah ambruk berada di lantai 2, terdiri dari ruang kelas 10 dan 11 serta ruangan aula.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengaku telah dihubungi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sesaat setelah kejadian. Dedi meminta Pemkab Bogor segera melakukan penanganan agar kejadian ini tidak sampai mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMKN 1 Cileungsi.

"Beberapa saat yang lalu beliau langsung telepon ke saya dan pak wakil bupati menyampaikan bahwa tolong segera ditengok. Pemprov Jabar ingin memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan minta berkolaborasi bersama-sama dengan Pemkab Bogor," kata Rudi kepada wartawan.

Kegiatan Belajar Mengajar Dipindah Sementara

Menurut Rudy, meskipun SMKN 1 Cileungsi merupakan kewenangan Pemprov Jabar, Pemkab Bogor memiliki tanggung jawab moril untuk menjaga siswa maupun guru belajar dengan aman dan nyaman. Terlebih, tenaga pendidik dan para siswa adalah warga Kabupaten Bogor.

"Ini tanggung jawab kita bersama-sama, tidak saling tunjuk. Sama-sama kita buat yang terbaik agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu," kata dia.

Terkait langkah yang akan dilakukan untuk sementara ini, kata dia, memindahkan sementara KBM siswa ke ruangan lain.

"Ini untuk menjamin keamanan siswa dan guru serta agar KBM tidak terganggu," ujarnya.

31 Guru dan Siswa Mengalami Luka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 31 orang terdiri guru dan siswa mengalami luka akibat tertimpa atap bangunan sekolah. 26 korban dilarikan ke RS Thamrin, lima lainnya ke RS Merry.

Komandan Kompi (Danki) BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin menyebutkan dari 26 korban yang dirawat di RS Thamrin, 20 diantaranya kini sudah dipulangkan, sementara 6 orang lainnya masih dalam perawatan.

Sementara lima korban yang dilarikan ke RS Merry, tiga orang diantaranya mengalami luka fisik dan dua lainnya mengalami trauma.

"Korban yang masih menjalani perawatan karena luka serius, seperti benturan di kepala dan sesak napas hingga trauma," kata Jalaludin.

Jalaludin mengungkapkan, setelah menerima laporan, tim segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

"Kami juga berkoordinasi dengan Disdik Jabar, aparat setempat, TNI/Polri, serta relawan untuk memastikan keselamatan para siswa," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya