BUMN dan Swasta Wajib Gandengan Antisipasi Ancaman Digital

Peruri dan PT Xynexis International menyelenggarakan Digital Resilience Summit 2025 untuk merumuskan strategi menghadapi ancaman cyber security di era AI dan quantum computing.

oleh Sekar FebrianiDiterbitkan 10 September 2025, 18:50 WIB
Deretan Menteri Menghadiri Acara Digital Resilience Summit 2025 di Gedung PERURI, Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - AI Powered Attacks dan potensi quantum computing tengah menjadi ancaman baru yang menghantui ketahanan digital nasional. Serangan yang dapat melumpuhkan sistem enkripsi mulai dari perbankan, pemerintahan, hingga data pribadi warga secara bersamaan ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda nyata di depan mata.

Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, menekankan urgensi transformasi digital di tengah percepatan teknologi yang masif.

"Artificial Intelligence yang beberapa tahun lalu masih dianggap teknologi masa depan, kini sudah menjadi bagian di keseharian kita. Dari chatbot interaktif, pembuatan video, hingga komposisi musik dapat dilakukan hanya dengan beberapa prompt instruksi," ungkap Dwina dalam Digital Resilience Summit 2025, di Kantor Peruri, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Perkembangan ini turut terlihat dari teknologi kuantum yang berpotensi merevolusi tatanan digital. Padahal, beberapa waktu lalu teknologi kuantum tak begitu jadi perhatian.

"Namun di balik peluang besar ini, ada tantangan serius, yakni bagaimana menjaga keamanan informasi dan resiliensi digital di tengah ekosistem yang semakin kompleks," kata Dwina.

 

Hacker Mesin hingga Quantum Computing

Senada, CEO PT Xynexis International, Eva Noor memberikan peringatan tentang evolusi ancaman siber.

"Selama ini kita selalu berbicara hacker adalah manusia. Ke depan, kita akan berperang dengan hacker yang basisnya mesin. Perang melawan mesin akan sangat nyata terjadi," tegas Eva.

Eva menggambarkan skenario apokaliptik dari quantum computing jika disalahgunakan. Sistem perbankan, misalnya bisa menjadi sasaran penyalahgunaan ini.

"Quantum computing adalah teknologi yang bisa mematahkan enkripsi. Analoginya, jika quantum computing digunakan pihak tidak bertanggung jawab, seluruh bank di satu negara bisa datanya ter-lock atau diambil secara bersamaan."

"Jika teknologi ini tidak kita pelajari dari sekarang dan tidak kita lihat celah-celahnya, kita tidak akan bisa memitigasinya dengan baik," lanjut Eva, menekankan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi revolusi quantum.

Digital Resilience Summit 2025

Dalam rangka menghadapi ancaman ini, Peruri bersama PT Xynexis International menyelenggarakan Digital Resilience Summit 2025. Summit ini menjadi forum diskusi lintas sektor antara pelaku industri teknologi, akademisi, dan pejabat pemerintah dalam merumuskan strategi menghadapi ancaman cyber security di era AI dan quantum computing.

Diadakan selama 2 hari berturut-turut mulai tanggal 10 hingga 11 September 2025 di Gedung PERURI, Summit ini menghadirkan jajaran menteri kabinet yaitu:

  • Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko
  • Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi
  • Menteri PAN-RB Rini Widyantini
  • Wakil Mentri BUMN Kartika Wirjoatmodjo
  • Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya