Melahirkan di Usia 58 Tahun, Perempuan Hong Kong Banjir Ucapan Selamat

Usia rata-rata perempuan Hong Kong saat pertama kali menjadi ibu naik dari 24,4 tahun pada 1976 menjadi 32,8 tahun pada 2024.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 10 September 2025, 09:06 WIB
Ilustrasi bayi. (Dok. Pixabay/Marjonhorn)

Liputan6.com, Hong Kong - Seorang perempuan Hong Kong berusia 58 tahun yang kehamilannya di usia lanjut sempat menarik perhatian publik kota itu, telah melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat. Demikian diumumkan keluarganya di media sosial pada akhir pekan.

Chan Lai-lai, istri aktor lokal Brian Wong Chak-fung, melahirkan anak keduanya pada 22 Agustus setelah berhasil hamil melalui fertilisasi in vitro (IVF) atau yang lebih dikenal sebagai program bayi tabung. Demikian seperti dilansir CNA.

Dalam sebuah video menyentuh hati yang diunggah di media sosial pada Sabtu (6/9), Wong terlihat memotong tali pusar di ruang bersalin, menyambut bayinya, serta memperkenalkan sang bayi kepada putri mereka yang berusia enam tahun.

Kolom komentar dipenuhi ucapan selamat dan apresiasi untuk sang ibu.

"Anda adalah bukti hidup bahwa melahirkan di usia lanjut bukanlah masalah, Anda luar biasa!" tulis seorang pengguna media sosial.

Kabar kehamilan Chan pada Mei lalu sempat menyita perhatian publik, membangkitkan harapan bagi perempuan yang lebih tua untuk memiliki anak, namun sekaligus juga memunculkan kekhawatiran mengenai risiko melahirkan di usia lanjut.

Sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan tingkat kelahiran yang rendah di kota itu, pemerintah Hong Kong telah meluncurkan kebijakan untuk membantu perempuan yang lebih tua agar bisa melahirkan, termasuk mengizinkan mereka menyimpan embrio selama yang mereka inginkan, serta memberikan potongan pajak bagi yang menjalani perawatan IVF.

 

Alasan Memiliki Anak Kedua

Chan dan Wong mengatakan mereka memutuskan untuk memiliki anak kedua karena putri sulung mereka, yang lahir pada 2019 ketika Chan berusia 52 tahun, ingin memiliki saudara untuk menemaninya.

Saat mengandung anak pertama, Chan mengalami eksim gestasional, yakni kondisi kulit yang dapat muncul saat hamil, tekanan darah yang relatif tinggi, dan pre-eklampsia ketika persalinan.

Untuk anak keduanya, Chan menjalani perawatan IVF di Taiwan setelah mengalami keguguran tahun lalu.

Pasangan ini menghabiskan sekitar 200.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp422,4 juta, termasuk biaya suntikan harian di bagian perut.

Spesialis obstetri dan ginekologi sebelumnya mengatakan kepada SCMP bahwa sekitar satu dari lima perempuan hamil di Hong Kong termasuk dalam kategori usia maternal lanjut, yakni 35 tahun atau lebih, dengan satu dari 20 di antaranya berusia di atas 40 tahun.

Angka tersebut termasuk yang tertinggi di dunia.

Risiko keguguran pada perempuan hamil meningkat hingga 40 persen bagi mereka yang berusia 45 tahun atau lebih, sementara risiko bayi lahir mati bagi perempuan berusia 40 tahun atau lebih tiga kali lipat dibandingkan dengan mereka yang berusia di bawah 35 tahun.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya