Sempat Lampaui Kekayaan Elon Musk, Siapa Larry Ellison?

Ini dia profil Larry Ellison. Pemegang saham terbesar perusahaan Oracle yang lampaui kekayaan orang terkaya di Dunia, Elon Musk.

oleh Sekar FebrianiDiterbitkan 11 September 2025, 21:30 WIB
Larry Ellison, pemegang saham terbesar perusahaan Oracle.

Liputan6.com, Jakarta - Nama Larry Ellison kembali jadi sorotan setelah hartanya melesat hingga USD 100 miliar dalam sehari dan menjadikannya orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan pria berusia 81 tahun itu kini mencapai USD 393 miliar, sempat melampaui Elon Musk dengan USD 385 miliar.

Ellison sendiri merupakan pemegang saham individu terbesar di Oracle, perusahaan teknologi yang sahamnya baru saja mencatat lonjakan terbesar sejak 1992.

Dikutip dari CNN, Kamis (11/9/2025), perjalanan Ellison dimulai pada 1977 ketika ia bersama Bob Miner dan Ed Oates mendirikan Software Development Laboratories di Santa Clara, California. Perjalanan Ellison dimulai pada 1977 ketika ia bersama Bob Miner dan Ed Oates mendirikan Software Development Laboratories di Santa Clara, California. Perusahaan rintisan ini mendapat kontrak dari CIA untuk mengembangkan program basis data yang diberi nama proyek Oracle.

Lima tahun berselang, nama proyek itu diadopsi menjadi identitas perusahaan, hingga resmi berganti nama menjadi Oracle dan resmi melantai di bursa saham pada 1986. Selama lebih dari empat dekade, Oracle mengalami pasang surut, namun belakangan justru mendapat dorongan besar dari meningkatnya permintaan kapasitas pusat data untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ellison menempati sejumlah posisi penting di Oracle. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur pada 1978–1996 dan Ketua Dewan Komisaris pada 1990–1992. Setelah sempat mengalami kecelakaan bodysurfing pada 1992 yang nyaris merenggut nyawanya, Ellison kembali aktif memimpin pada 1995.

Pada 2014, ia mengundurkan diri sebagai Direktur Utama (CEO) Oracle dan beralih menjadi Ketua Dewan Komisaris serta Chief Technology Officer, posisi yang masih ia pegang hingga kini. Belum lama ini, Oracle meneken empat kontrak bernilai miliaran dolar dengan para klien besar dan berencana menambah lagi, yang membuat saham perusahaan melonjak dan mendongkrak kekayaan Ellison ke level fantastis.

Keaktifan Ellison di Luar Dunia Bisnis

(Foto: business insider)

Di luar dunia bisnis, Ellison dikenal memiliki gaya hidup mewah sekaligus hobi yang unik. Pada 2012, ia membeli 98 persen saham Pulau Lana’i, pulau terbesar keenam di Hawaii. Pulau ini juga dikenal sebagai lokasi pernikahan Bill dan Melinda Gates.

Ellison menyukai olahraga layar. Pada 2013, tim Oracle Team USA yang ia biayai berhasil mempertahankan trofi America’s Cup. Meski tim itu bubar pada 2017, Ellison kemudian mendirikan SailGP pada 2018, liga balap perahu katamaran berkecepatan tinggi. Liga itu kini mendunia dan menarik investor, termasuk Anne Hathaway dan pesepak bola Kylian Mbappé.

Tak hanya di dunia layar, Ellison juga punya kontribusi besar pada dunia tenis. Ia menyelamatkan turnamen Indian Wells di California, yang kini populer dengan julukan ‘fifth slam’. Turnamen ini semakin ikonik berkat kehadiran restoran Nobu yang memiliki view langsung menghadap ke lapangan utama.

Ellison juga aktif terlibat dalam dunia politik Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu miliarder yang rutin memberikan dukungan finansial dalam jumlah besar, khususnya kepada Partai Republik dan kelompok konservatif. Pada 2022, misalnya, Ellison menyumbangkan USD 15 juta untuk mendukung Senator Tim Scott dalam pencalonannya sebagai presiden.

Dukungan Ellison terhadap politisi Republik bukan hanya kepada Tim Scott. Beberapa tahun sebelumnya, ia juga tercatat memberikan kontribusi kepada Marco Rubio dalam upaya kampanye presidennya pada 2015.

 

Kedekatan dengan Trump

Saat ini, Ellison diketahui memiliki kedekatan dengan Presiden Donald Trump. Kedekatan itu terlihat pada Januari 2025 ketika ia menghadiri sebuah acara resmi di Gedung Putih. Dalam kesempatan tersebut, Ellison hadir bersama CEO OpenAI Sam Altman dan CEO SoftBank Masayoshi Son. Acara itu digelar untuk mengumumkan pendirian perusahaan baru yang fokus memperluas infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat.

Di luar politik, Ellison juga aktif dalam kegiatan sosial. Pada 2016, ia menyumbang USD 200 juta ke University of Southern California untuk mendirikan pusat riset dan pengobatan kanker. Ia pun menandatangani Giving Pledge pada 2010, inisiatif Bill Gates yang mendorong para miliarder untuk mendonasikan sebagian besar kekayaannya.

Namun belakangan, Ellison memilih mengarahkan sebagian besar sumbangan ke Ellison Institute of Technology yang ia dirikan bersama University of Oxford.

Lembaga ini berfokus pada berbagai upaya kemanusiaan, mulai dari menciptakan obat generasi baru, mendorong produktivitas pertanian, hingga mengembangkan energi ramah lingkungan sebagai solusi atas perubahan iklim.

Meski demikian, laporan New York Times menyebut Ellison jarang berinteraksi dengan komunitas Giving Pledge. Ia lebih memilih menjaga independensinya dan enggan terlalu terpengaruh pada agenda amal yang dipromosikan Bill Gates.

Hingga saat ini, Ellison memilih untuk tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan oleh The New York Times.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya