Liputan6.com, Auckland - Selandia Baru diguncang kasus mengejutkan setelah seorang perempuan, Hakyung Lee, didakwa membunuh dua anaknya dan menyembunyikan jasad mereka di dalam koper. Persidangan kasus ini resmi dibuka pada Senin (8/9) di Auckland, dengan sorotan tajam dari publik dan media internasional.
Lee, 44 tahun, yang diekstradisi dari Korea Selatan pada November 2022, mengaku tidak bersalah atas dua dakwaan pembunuhan, dikutip dari laman BBC, Senin (8/9/2025).
Advertisement
Hakim Geoffrey Venning menegaskan kepada juri bahwa vonis bersalah atau tidaknya Lee harus didasarkan pada fakta, seraya menambahkan bahwa salah satu pertanyaan utama dalam kasus ini adalah apakah Lee berada dalam kondisi tidak waras saat peristiwa terjadi.
Kasus ini terungkap pada Agustus 2022 ketika sebuah keluarga membeli isi unit penyimpanan terbengkalai dalam lelang daring. Di antara barang-barang yang mereka bawa pulang, ditemukan koper berisi jasad dua anak. Polisi menyebut, koper itu kemungkinan telah tersimpan di sana selama bertahun-tahun.
Kedua anak tersebut diyakini berusia enam dan delapan tahun saat meninggal dunia. Sang ayah telah wafat akibat kanker pada 2017, dan tak lama setelah itu, anak-anak meninggal, meski waktu pasti kematian mereka belum dapat dipastikan.
Pihak kepolisian memastikan keluarga pembeli tidak memiliki kaitan dengan kematian tragis itu.
Jalannya Persidangan
Lee memilih untuk membela diri di pengadilan, meskipun pengadilan menunjuk dua pengacara sebagai pendamping siaga. Ia tetap diam ketika diminta menyampaikan pembelaan pada awal sidang.
Jaksa penuntut dijadwalkan memulai paparan perkara pada Selasa (9/9). Sidang ini diperkirakan akan berlangsung selama empat minggu.
Lee merupakan warga negara Selandia Baru kelahiran Korea Selatan. Ia pernah tinggal di Auckland selama beberapa tahun sebelum kembali ke Korea Selatan pada 2018. Pada September 2022, ia ditangkap di Ulsan, Korea Selatan, setelah Interpol mengeluarkan red notice untuk penangkapannya.
Kasus ini kini menjadi salah satu persidangan paling disorot di Selandia Baru, menyingkap kisah pilu keluarga yang berujung pada tragedi mengerikan.