Indonesia-Chile Bidik Nilai Perdagangan Melonjak Lewat Cara Ini

Produk ekspor utama mencakup buah segar (fresh fruit) dan kerang (mussels). Nilai ekspor ke Indonesia pada paruh pertama tahun ini baru mencatat sekitar USD 35 juta.

oleh Nadjwa Dwi YulianitaDiterbitkan 08 September 2025, 20:30 WIB
Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Hotel Fairmont Jakarta. Mengusung tajuk “Unlocking Opportunities & Building Synergies”.

Liputan6.com, Jakarta ProChile, badan promosi ekspor Chile di bawah Kementerian Luar Negeri, menggelar Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar dengan mengusung tajuk “Unlocking Opportunities & Building Synergies”, yang mempertemukan para penyusun kebijakan dan pemimpin perdagangan untuk memperdalam kerja sama bilateral, mengeksplorasi potensi kolaborasi baru, serta menegaskan peran kepercayaan, kualitas dan inovasi dalam diplomasi ekonomi, di Jakarta, pada Senin, (8/9/2025).

Delegasi Chile dipimpin oleh Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional, Claudia Sanhueza, General Director ProChile, Ignacio Fernández; serta para pemimpin bisnis asal Amerika Latin, khususnya dari sektor pertanian dan pangan (agrifoods), perikanan (seafoods), anggur dan minuman beralkohol (wines and spirits).

Dalam forum ini, mereka bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, kemudian Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, serta Ketua Umum KADIN, Anindya N. Bakrie.

Pengarah Komersial Pro Chile, Patricio Paragas, berharap melalui seminar ini peluang untuk perkembangan ekonomi untuk membantu negara-negara berkembang semakin terbuka luas.

"Melalui seminar Indonesia Trade Economic Engagement, kami mencoba untuk menciptakan peluang tersebut, mempunyai strategi, perkembangan, dan ekonomi ekonomi yang berkembang, untuk membantu negara-negara," terangnya dalam sesi seminar tersebut. 

Chile dikenal sebagai negara dengan ekonomi terbuka sejak menandatangani Persatuan Ekonomi Nasional pada 2019. Reputasinya di kancah internasional semakin kuat berkat berbagai perjanjian dagang yang dijalin dengan banyak negara.

 

Nilai Ekspor Ekonomi Chile

Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Hotel Fairmont Jakarta. Mengusung tajuk “Unlocking Opportunities & Building Synergies”.

Dengan visi menjaga hubungan perdagangan internasional, Chile terus mempertahankan kerja sama antarnegara. Sementara itu, Indonesia yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia Pasifik, diyakini bakal mendapat nilai tambah lewat kemitraan dagang dengan Chile.

"Jadi kami juga mengunjungi pemerintah ASEAN, karena kami ingin berperan sebagai negara yang bergabung dengan Partisipasi Komersil Ekonomi Regional Indonesia. Indonesia juga merupakan ekonomi terbesar di Asia Pasifik, dan karena itu, kami berpikir, kita memiliki banyak kemungkinan," ujar Patricio. 

Chile merupakan negara pertama di Amerika Selatan yang menandatangani perjanjian ekonomi dengan Indonesia. Kerja sama ini memperkuat hubungan bilateral dengan Chile. Kedua negara juga telah menandatangani Chapter on Services dalam perjanjian IC-CEPA, serta mulai menjajaki Chapter on Investments guna meningkatkan nilai kerja sama di bidang ekonomi dan investasi.

Pada semester pertama 2025, nilai ekspor Chile ke dunia mencapai hampir USD 52 juta, meningkat 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, dengan lebih dari setengahnya menjangkau negara-negara Asia. Produk ekspor utama mencakup buah segar (fresh fruit) dan kerang (mussels), yang menunjukkan kelebihan Chile dalam mengekspor produk pangan berkualitas tinggi dan berkelanjutan.

 

Cetak Rekor Tertinggi

Aktifitas kapal ekspor inpor di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 1,24 miliar . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekspor jasa juga mencatat rekor tertinggi, mencapai hampir USD 1,6 miliar di angka ekspor global. Nilai ekspor ke Indonesia pada paruh pertama tahun ini baru mencatat sekitar USD 35 juta, menunjukkan adanya potensi besar untuk peningkatan di perdagangan bilateral.

Duta Besar Chile untuk Indonesia, Mario Artaza, menyoroti semakin meningkatnya momentum dalam hubungan Chile-Indonesia.  “Misi diplomatik kami berfokus pada upaya membangun jembatan, antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Forum ini merupakan bukti nyata dari visi bersama untuk memperdalam kerja sama dan mendorong pertumbuhan,” ujarnya, sekaligus menegaskan peran diplomasi dalam mendukung perdagangan dan pertukaran budaya.

Forum turut menampilkan sektor unggulan Chile, Fruits from Chile and Chile Mussels (AMICHILE), yang dikenal karena kualitas, keberlanjutan, serta keunggulannya dalam rantai dingin (cold chain). Sektor-sektor ini merepresentasikan kemampuan Chile dalam memenuhi permintaan pasar global yang terus berkembang, termasuk meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap produk pangan yang sehat, transparan asal-usul, dan berkualitas premium.

Dari perspektif bisnis, seminar ini menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk menjajaki kolaborasi langsung dengan eksportir Chile, khususnya di sektor-sektor agri-food dan seafood, di mana musim panen Chile serta standar kualitas yang tinggi memberikan keunggulan tersendiri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya