Riwayat Halte Transjakarta Senen Sentral, Dibakar Massa, Kembali Dibangun, Kini Jadi Jaga Jakarta

Perjalanan Halte Transjakarta Senen Sentral, dari pembangunan hingga dibakar massa, kini diresmikan kembali oleh Pramono Anung. Simak babak baru transportasi publik ini.

oleh Luqman RimadiWinda NelfiraDiterbitkan 08 September 2025, 11:07 WIB
Halte Transjakarta Senen Sentral yang rusak karena dibakar massa kini dibangun kembali dan berubah nama jadi Halte Jaga Jakarta. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Halte Transjakarta Senen Sentral, sebuah fasilitas vital bagi mobilitas warga Jakarta.  Dari awal pembangunannya sebagai bagian dari Koridor 5 Transjakarta, halte ini sempat mengalami kerusakan parah akibat insiden pembakaran massa, hingga akhirnya bangkit kembali dengan wajah baru dan nama yang sarat makna.

Peresmian kembali halte ini oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung menjadi simbol pemulihan dan komitmen terhadap layanan transportasi publik yang berkelanjutan.

Halte yang selesai diperbaiki itu kini diberi nama baru, yakni ‘Halte Transjakarta Jaga Jakarta’. Pergantian nama itu dimaksudkan untuk mengenang peristiwa kelam yang menimpa fasilitas umum itu sekaligus sebagai pengingat agar warga bersama-sama menjaga Jakarta.

“Perubahan ini tentunya dengan maksud agar kita semua menjaga Jakarta secara bersama-sama. Tidak mungkin menjaga Jakarta hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa keterlibatan masyarakat,” kata Pramono.

Terlihat di halte itu, sejumlah puing-puing sisa kebakaran itu saat kerusuhan pecah dipajang di sebuah etalase khusus. Terlihat beberapa bagian yang terbakar pun dipertahankan dengan tetap mempertahankan standar keamanan.

Pramono juga menyampaikan terima kasih kepada warga DKI Jakarta atas peran serta dan kepedulian mereka dalam menjaga ibu kota selama unjuk rasa berlangsung. Ia menekankan bahwa kebersamaan dan gotong royong masyarakat sangat berarti ketika Jakarta menghadapi tekanan.

“Saya bersyukur sekali, tidak lebih dari tujuh hari halte ini sudah normal kembali. Dan hari ini mohon maaf, tarifnya juga sudah normal kembali,” ujarnya.

Sejarah dan Revitalisasi Awal Halte Senen Sentral

Halte TransJakarta Senen yang Rusak saat Demo Diberi Nama 'Jaga Jakarta'

Halte Transjakarta Senen Sentral pertama kali dibuka pada tanggal 27 Januari 2007, sebagai bagian integral dari Koridor 5 Transjakarta. Halte ini menjadi salah satu titik penting dalam jaringan transportasi bus rapid transit (BRT) di ibu kota, melayani ribuan penumpang setiap harinya. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan akan peningkatan fasilitas, halte ini menjalani proses revitalisasi.

Revitalisasi Halte Senen Sentral rampung dan kembali melayani pelanggan pada tanggal 31 Mei 2023.

Peningkatan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan aksesibilitas yang lebih baik bagi para pengguna Transjakarta. Namun, tak lama setelah revitalisasi, halte ini harus menghadapi cobaan berat yang menguji ketahanannya.

Insiden Pembakaran Massa dan Dampaknya

Kondisi halte transjakarta yang dibakar oleh massa perusuh di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Jumat (9/10/2020). Demo menolak omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diwarnai kericuhan dan pembakaran terhadap sejumlah halte Transjakarta. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, Halte Transjakarta Senen Sentral menjadi sasaran amuk massa dalam sebuah aksi unjuk rasa anarkis. Insiden ini dipicu oleh kemarahan masyarakat terkait meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang diduga terlindas kendaraan taktis Brimob.

Akibatnya, halte yang baru direvitalisasi ini mengalami kerusakan parah, dengan kaca-kaca pecah dan hampir seluruh bagiannya hangus terbakar. Selain Halte Senen Sentral, Halte Senen Toyota Rangga dan beberapa halte Transjakarta lainnya juga turut menjadi korban perusakan dan pembakaran.

Kerusakan yang dialami Halte Senen Sentral sangat signifikan, bahkan disebut sebagai salah satu fasilitas umum yang paling parah terdampak. Beberapa laporan juga menyebutkan adanya penjarahan fasilitas di dalam halte saat kerusuhan terjadi. Peristiwa ini menyebabkan terhentinya operasional layanan Transjakarta di rute yang terdampak, mengganggu mobilitas ribuan warga Jakarta.

Upaya Pemulihan dan Peresmian Kembali oleh Pramono Anung

Halte TransJakarta Senen yang Rusak saat Demo Diberi Nama 'Jaga Jakarta'

Menanggapi kerusakan parah tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan fasilitas publik. Perbaikan Halte Senen Sentral dan halte-halte lain yang terdampak dimulai pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Proses perbaikan intensif untuk Halte Senen Sentral dan Halte Senen Toyota Rangga secara khusus dimulai pada Selasa, 2 September 2025.

Upaya pemulihan ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Pemadam Kebakaran, Kepolisian, Dinas Sumber Daya Air, serta partisipasi aktif dari warga, mahasiswa, dan pengemudi ojek online dalam kegiatan gotong royong pembersihan puing-puing. Sebelum peresmian, Nirwono Joga bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, juga turut meninjau lokasi dan melakukan gladi bersih untuk memastikan kelancaran acara. Targetnya, halte dapat kembali beroperasi secara fungsional pada Senin, 8 September 2025.

Puncak dari upaya pemulihan ini adalah peresmian kembali Halte Transjakarta Senen Sentral pada Senin, 8 September 2025, oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dalam kesempatan tersebut, halte ini juga secara resmi berganti nama menjadi "Halte Jaga Jakarta". Pergantian nama ini bukan tanpa alasan; Pramono Anung menjelaskan bahwa nama "Jaga Jakarta" dipilih sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas kota dan mencegah terulangnya insiden serupa.

Sebagai bentuk pengingat visual, sebuah instalasi yang memamerkan puing-puing sisa kerusakan dari peristiwa 29 Agustus, lengkap dengan linimasa kejadian, dibangun di dalam halte. Peresmian ini juga berbarengan dengan peluncuran armada bus listrik baru, menandai komitmen Jakarta terhadap transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Dengan beroperasinya kembali Halte Jaga Jakarta, seluruh layanan Transjakarta dan MRT di kawasan tersebut telah kembali normal, memastikan mobilitas warga kembali lancar.

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya