Liputan6.com, Jakarta Bakpao, camilan populer yang akarnya berasal dari bahasa Hokkian, secara harfiah berarti "bungkusan berisi daging". Namun, seiring perkembangan zaman, isian bakpao telah berevolusi menjadi sangat beragam, mulai dari cokelat, selai kacang, hingga aneka daging dan sayuran.
Kelezatan bakpao tidak hanya terletak pada isiannya, tetapi juga pada tekstur kulitnya yang lembut, empuk, dan mengembang sempurna. Bakpao yang baik memiliki pori-pori halus serta warna yang cerah, menjadikannya pilihan favorit banyak orang.
Advertisement
Untuk Anda yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, panduan resep bakpao ini akan mengupas tuntas langkah-langkahnya. Mulai dari pemilihan bahan kunci hingga teknik pengukusan yang tepat, semua dijelaskan agar Anda bisa menghasilkan bakpao lezat anti gagal. Berikut Liputan6 memberikan tutorialnya untuk Anda, Jumat (5/9/2025).
Bahan Dasar
Bakpao awalnya dikenal dengan isian daging, inovasi kuliner telah menghadirkan varian isian manis dan gurih, memungkinkan setiap orang menemukan resep bakpao favoritnya.
Kualitas bakpao sangat ditentukan oleh bahan dasar kulitnya. Penggunaan tepung terigu protein rendah sangat disarankan karena tepung jenis ini cocok untuk tekstur bakpao yang lembut, menghasilkan pori-pori lebih kecil, dan warna bakpao lebih putih serta cerah karena kandungan glutennya lebih sedikit.
Proses awal yang krusial adalah pengaktifan ragi atau biang. Campuran air hangat, gula pasir, dan ragi instan perlu didiamkan hingga berbuih, menandakan ragi sudah aktif dan siap digunakan untuk mengembangkan adonan secara optimal.
Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kulit bakpao:
- Tepung terigu protein rendah: 500 gram
- Gula pasir: 80 gram
- Ragi instan: 1 sendok teh (sekitar 8 gram)
- Baking powder: ½ sendok teh
- Air dingin atau susu UHT hangat: 200-250 ml
- Mentega putih (shortening) atau margarin: 50-80 gram
- Garam: ¼ sendok teh hingga ½ sendok teh
Teknik Pembuatan Adonan dan Persiapan Isian Bakpao
Setelah bahan kulit siap, langkah selanjutnya adalah membuat adonan. Campurkan tepung terigu, sisa gula pasir, dan baking powder dalam wadah besar, lalu aduk rata. Tuang campuran biang yang sudah aktif ke dalam bahan kering ini, kemudian uleni adonan secara bertahap sambil menuangkan air dingin atau susu UHT sedikit demi sedikit.
Setelah adonan setengah kalis, tambahkan mentega putih atau margarin dan garam. Memasukkan shortening terakhir adalah kunci, karena jika dimasukkan di awal, adonan bisa bergumpal. Lanjutkan menguleni hingga adonan benar-benar kalis dan elastis, ditandai dengan permukaan yang licin dan tidak mudah robek saat dibentangkan tipis.
Adonan yang sudah kalis kemudian dibulatkan dan didiamkan (proofing pertama) selama sekitar 1 jam atau hingga mengembang dua kali lipat. Pastikan adonan tidak mengalami overproofing, karena hal ini dapat menyebabkan bakpao berbau asam dan kempes setelah dikukus.
Selain kulit yang sempurna, isian bakpao juga menjadi penentu rasa. Berikut adalah contoh resep isian daging ayam dan kacang hijau yang bisa Anda coba untuk melengkapi resep bakpao Anda:
Isian Daging Ayam:
- Daging ayam cincang: 250-300 gram
- Bawang bombay: ½ buah, cincang halus
- Bawang putih: 3 siung, cincang halus
- Daun bawang: 2-4 batang, iris tipis
- Saus tiram: 1-2 sendok makan
- Kecap manis: 2 sendok teh hingga 3 sendok makan (sesuai selera)
- Garam, gula, merica, kaldu bubuk: secukupnya
- Tepung maizena: 1/2 sendok makan, larutkan dengan sedikit air (sekitar 60 ml)
- Minyak goreng: secukupnya untuk menumis
Cara membuat isian daging ayam: Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum, masukkan daging ayam cincang dan masak hingga berubah warna. Tambahkan saus tiram, kecap manis, garam, gula, merica, dan kaldu bubuk. Masak hingga bumbu meresap, lalu masukkan daun bawang dan kentalkan dengan larutan maizena. Dinginkan sebelum digunakan.
Isian Kacang Hijau:
- Kacang hijau kupas: 100-250 gram
- Gula pasir/gula merah: 100-200 gram (sesuai selera)
- Santan instan: 65 ml (opsional)
- Daun pandan: 2 lembar
- Garam: ¼ sendok teh
- Vanili bubuk: ½ sendok teh (opsional)
- Air: secukupnya untuk merebus
Cara membuat isian kacang hijau: Rendam kacang hijau, lalu kukus atau rebus hingga lunak. Blender bersama santan (jika pakai) hingga halus. Masak di wajan dengan gula, garam, dan vanili hingga mengering dan bisa dipulung. Dinginkan dan bentuk bulat-bulat kecil.
Tips dikutip dari buku CharPao the Next Level Bakpao Lezat dengan Aneka Karakter Lucu karya Diana Cahya, carilah bahan-bahan premium untuk menghasilkan Pao yang sempurna dan prima baik dari segi rasa maupun bentuk.
Pembentukan, Pengukusan, dan Tips Anti Gagal
- Setelah adonan mengembang sempurna, kempiskan untuk menghilangkan udara. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, sekitar 20-50 gram per bakpao, lalu bulatkan.
- Pipihkan setiap bagian, letakkan isian di tengah, dan rapatkan pinggirannya hingga tertutup rapat. Pastikan tidak ada celah agar isian tidak keluar saat dikukus, lalu letakkan di atas kertas roti atau daun pisang. Ini adalah langkah penting dalam setiap resep bakpao.
- Susun bakpao yang sudah diisi di atas loyang dengan jarak, kemudian tutup kembali dengan kain bersih atau plastik wrap.
- Diamkan (proofing kedua) selama 15-30 menit atau hingga mengembang ringan. Hindari overproofing pada tahap ini untuk menjaga kualitas bakpao.
- Tahap pengukusan adalah penentu akhir kelembutan bakpao. Pastikan kukusan sudah panas beruap banyak sebelum bakpao dimasukkan, karena kukusan yang panas akan membuat bakpao mengembang dengan bagus.
- Lapisi tutup kukusan dengan serbet bersih untuk mencegah tetesan air yang bisa membuat bakpao keriput. Kukus bakpao selama 10-15 menit dengan api sedang. Hindari api besar karena uap yang terlalu banyak dan pengembangan yang cepat dapat menyebabkan bakpao kempes setelah dikeluarkan.
Untuk hasil bakpao yang lembut dan mengembang sempurna, perhatikan beberapa tips tambahan. Gunakan air atau susu dingin saat menguleni adonan untuk tekstur yang lebih halus. Pastikan adonan diuleni hingga kalis elastis dan hindari overproofing. Selalu kukus dengan api sedang dan kukusan yang sudah panas beruap banyak.
Bakpao paling nikmat disajikan selagi hangat. Jika ada sisa, simpan dalam wadah kedap udara dan hangatkan kembali dengan cara dikukus sebentar untuk mengembalikan kelembutannya. Dengan mengikuti resep bakpao ini, Anda akan bisa menyajikan camilan istimewa.
People Also Ask
1. Apa rahasia membuat bakpao yang lembut dan putih?
Jawaban: Rahasia resep bakpao yang lembut dan putih terletak pada penggunaan tepung terigu protein rendah, mentega putih (shortening), dan pengulenan adonan hingga kalis elastis.
2. Mengapa bakpao yang dikukus bisa kempes atau keriput?
Jawaban: Bakpao bisa kempes atau keriput jika terjadi overproofing, kukusan tidak cukup panas, atau uap air menetes dari tutup kukusan.
3. Berapa lama waktu yang ideal untuk mengukus bakpao?
Jawaban: Bakpao sebaiknya dikukus selama 10-15 menit dengan api sedang setelah kukusan panas dan beruap banyak.
4. Bisakah saya mengganti mentega putih dengan margarin biasa?
Jawaban: Meskipun bisa, penggunaan mentega putih (shortening) lebih disarankan karena akan menghasilkan bakpao yang lebih lembut dan berwarna putih cerah.
5. Apa fungsi air dingin atau susu dingin dalam adonan bakpao?
Jawaban: Air dingin atau susu dingin membantu menghasilkan tekstur bakpao yang lebih halus dan mencegah adonan cepat "matang" saat diuleni.