Polda Metro Taksir Kerugian Imbas Demo Ricuh di Jakarta Tembus Rp180 Miliar Lebih

Polda Metro Jaya menginventarisir kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta sejak 25 Agustus 2025 hingga 31 Agustus 2025.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 05 September 2025, 05:55 WIB
Potret Fasilitas Umum Sekitar Polda Metro Jaya yang Rusak usai Demo Ricuh

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menginventarisir kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta sejak 25 Agustus 2025 hingga 31 Agustus 2025. Tak tanggung-tanggung kerugian ditaksir mencapai Rp 180 miliar.

“Kerusakan yang kami alami terkait fasilitas atau bangunan di Polda Metro Jaya senilai lebih dari Rp 180 miliar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (4/9/2025).

Ade Ary menerangkan, angka itu dihitung dari jumlah fasilitas maupun bangunan milik Polda Metro Jaya yang mengalami kerusakan seperti Mapolres, Polsek, Polsubsektor, maupun Pospol.

"Peralatan atau sarana bangunan, gedung-gedung dari mapolres, mako polsek, Polsubsektor, Pospol lalu lintas. Kemudian beberapa material dan peralatan ada 3.430 unit. Kemudian kendaraan ada 108 unit Kemudian fasilitas bangunan lainnya ada 76 unit," ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengungkap kerugian materil akibat kerusuhan di Jakarta. Dia menyebut, setidaknya 22 halte Transjakarta rusak, enam di antaranya ludes terbakar.

Pramono menyebut sisanya 16 halte juga tak luput dari aksi vandalisme dan kaca pecah, kursi hancur, serta dinding penuh coretan.

"Akibat unjuk rasa ada 22 halte Transjakarta baik yang BRT maupun non-BRT serta satu pintu tol yang terdampak. Dari sejumlah tersebut, 6 halte Transjakarta terbakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte Transjakarta yang dirusak dan kemudian dilakukan coret-coret vandalisme dan sebagainya," kata Pramono di Balaikota Jakarta, Senin (1/9/2025).

 

Infrastruktur MRT

Sejumlah fasilitas umum di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta terlihat rusak parah akibat dibakar massa dalam aksi yang dilakukan pada Jumat (29/8) hingga Sabtu Sabtu (30/8/2025) dini hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kerusakan tak main-main. Infrastruktur MRT senilai Rp3,3 miliar, Transjakarta Rp41,6 miliar, sementara CCTV dan fasilitas pendukung lain Rp5,5 miliar. Total kerugian mencapai Rp55 miliar.

"Sodara-sodara sekalian, kemarin ada pertanyaan mengenai estimasi kerugian. MRT Jakarta kerusakan infrastruktur untuk MRT sebesar 3,3 miliar, MRT. Transjakarta kurang lebih 41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur lainnya 5,5 miliar sehingga total kerusakan ada 55 miliar," ucap dia.

Pemprov bergerak cepat. Pembersihan mulai dilakukan sejak Sabtu, dan perbaikan ditarget rampung 8–9 September.

 

Layanan Tak Berhenti

"Mudah-mudahan baik yang rusak sedang, rusak berat, akan bisa kita selesaikan tanggal 8 atau 9 September," ucap dia.

Meski fasilitas rusak parah, layanan Transjakarta tak berhenti. Per 1 September pagi, 14 koridor sudah kembali normal.

"Dan memang ada sedikit hambatan tetapi kami yakin sekarang ini pasti sudah normal," tandas dia.

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya