Dinkes Depok Uji Lab Muntahan Santri, Cari Titik Terang Dugaan Keracunan

Tidak hanya mengambil sampel muntahan, Dinas Kesehatan Kota Depok turut mengambil sampel air minum.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDicky Agung PrihantoDiperbarui 04 September 2025, 14:42 WIB
RS Bhayangkara Brimob Depok, masih menangani santri sebuah pondok pesantren diduga mengalami keracunan (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Depok berusaha mengungkap penyebab santri diduga mengalami keracunan. Sebelumnya, pada Senin (1/9/2025) dilaporkan ratusan santri sebuah pondok pesantren di Depok mengalami keracunan makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, Dinas Kesehatan sedang melakukan investigasi dan telah mendatangi Pondok pesantren. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengecekan pada makanan yang dikonsumsi santri.

“Tetapi kan makanan sudah tidak ada ya, makanan sudah dimakan semua oleh santri, jadi kami mengambil sampel muntahan,” ujar Mary, Kamis (4/9/2025).

Tidak hanya mengambil sampel muntahan, lanjut Mary, Dinas Kesehatan Kota Depok turut mengambil sampel air minum. Begitupun dengan makanan yang tersisa dan diduga turut dikonsumsi santri.

“Dan juga yang banyak disebut kornet, ya kita juga ambil sampel kornet juga. Jadi ini yang masih kita tunggu hasil dari laboratorium terkait pemeriksaan ini,” jelas Mary.

Saat disinggung soal hasil laboratorium, Mary menuturkan, hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar paling lambat 14 hari. Kembali disinggung soal air, Mary menegaskan, air minum yang diperiksa bukan air kemasan, namun air hasil olahan sendiri.

“Mereka kan sumber minumnya dari air tanah yang difilter oleh mereka sendiri,” ucap Mary.

Mary mengungkapkan, berdasarkan pendataan terdapat 160 santri yang mengeluhkan gangguan kesehatan. Adapun yang mendapatkan penanganan di rumah sakit Bhayangkara Brimob sebanyak 72 santri.

“Sisanya ada yang pemeriksaan puskesmas dan ada enam orang di rawat di rumah sakit ASA,” ungkap Mary.

 

Dugaan Keracunan

Sebelumnya, sebanyak 135 santri di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) di kawasan Cimanggis, Depok, dilaporkan mengalami keracunan. Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok segera turun tangan melakukan investigasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, membenarkan adanya laporan terkait dugaan keracunan tersebut. Saat ini, pihaknya masih menelusuri lebih jauh untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

“Kami sedang melakukan investigasi,” ujar Mary saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (3/9/2025).

Ia menjelaskan, Dinkes Kota Depok telah berusaha melakukan penanganan kesehatan, terhadap santri diduga mengalami keracunan. Santri diduga keracunan telah dibawa ke rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan penanganan kesehatan.

“Sekitar 135 santri (dugaan keracunan), sudah ditangani baik rumah sakit maupun puskesmas,” jelas Mary.

 

Bukan MBG

Dinkes Kota Depok, kata dia, telah meminta puskesmas terdekat untuk melakukan pemantauan kesehatan. Ia memastikan dugaan keracunan santri tersebut berasal dari makanan dapur internal pondok pesantren.

“Bukan MBG, dapur internal Ponpes (dugaan asal makanan),” terang Mary. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya