Siapa yang Harus Bayar saat Kencan? Ini Cara Atur Uang Biar Hubungan Awet

Di banyak budaya Asia, termasuk Singapura, pria masih dianggap wajar untuk membayar saat kencan pertama. Bagaimana dengan kencan kedua, ketiga dan selanjutnya?

oleh Nadjwa Dwi YulianitaDiterbitkan 05 September 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi bermain game bersama pasangan ketika kencan online (Foto: unsplash/Afif Kusuma)

Liputan6.com, Jakarta - Saat baru memulai pacaran, biasanya pikiran kita lebih banyak tertuju pada tempat makan seru atau spot romantis yang ingin dikunjungi bareng pasangan.

Siapa yang bayar? Seringnya masalah ini jadi hal terakhir yang dibahas.

Mengutip Channel News Asia, Jumat (5/9/2025), padahal cepat atau lambat, urusan finansial bakal ikut menentukan arah hubungan. Dari pilih makan malam di restoran di hotel berbintang atau hanya warung pinggir jalan, sampai patungan untuk liburan bareng, keputusan soal uang jadi bagian dari keseharian dalam menjalin hubungan.

Bagi sebagian pasangan, pembagian biaya terasa natural, hari ini cowok yang traktir, besok gantian cewek yang bayar. Ada juga yang lebih kaku, selalu membagi dua alias split bill.

Tapi dalam sebuah hubungan tidak jarang muncul perdebatan, apalagi kalau satu pihak merasa lebih sering mengeluarkan uang dibanding yang lain.

Di banyak budaya Asia, termasuk Singapura, pria masih dianggap wajar untuk membayar saat kencan pertama.

Survei Syfe dan Coffee Meets Bagel pada 2022 bahkan menunjukkan 40 persen warga Singapura percaya laki-laki seharusnya yang menanggung biaya kencan pertama.

Angka ini naik jadi lebih dari 50 persen di kalangan usia 35 tahun ke atas.

Namun, uang dalam hubungan bukan sekadar angka di struk. Ada yang menganggap membayar sebagai bentuk kasih sayang, sementara yang lain menilainya sebagai simbol keseimbangan dan kemitraan. Perbedaan sudut pandang inilah yang sering memicu salah paham bila tak pernah dibicarakan secara terbuka.

 

 

Obrolan Mengenai Finansial Tak Cukup Sekali

virgo yang senang membantu finansial pasangannya//copyright unsplash/hao

Topik uang memang cenderung bikin canggung. Tapi banyak pasangan justru lebih sehat hubungannya setelah berani membahasnya sejak awal. Percakapan bisa dimulai sederhana, misalnya dengan pertanyaan:

“Biasanya kamu suka gimana kalau bayar makan?” atau “Perlu nggak kita bikin rekening bareng khusus kencan?”

Mengamati kebiasaan pasangan juga bisa jadi petunjuk, apakah dia sering menawarkan untuk membayar, bagaimana reaksinya saat diajak patungan, atau cenderung memilih aktivitas yang hemat atau mahal. Dari sini, bisa mendapat gambaran nilai dan sikap pasangan terhadap uang.

Pembicaraan soal finansial bukan hanya sekali lalu selesai. Seiring bertambahnya usia, perubahan pendapatan, hingga lahirnya anak, pengeluaran pun ikut berubah. Maka penting untuk terus menyesuaikan sistem yang disepakati.

 

Rekening Bersama

Ada pasangan yang memilih rekening bersama, ada yang bergantian bayar, dan ada pula yang menentukan sesuai keuntungan kartu kredit masing-masing. Kuncinya, bukan soal siapa keluar lebih banyak, melainkan bagaimana keduanya merasa adil, nyaman, dan dihargai.

Pada akhirnya, tujuan membicarakan uang dalam hubungan bukan semata membagi tagihan restoran. Lebih dari itu, ini tentang membangun kemitraan finansial yang solid, sehingga energi bisa difokuskan pada hal terpenting, menjaga hubungan tetap hangat dan langgeng.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya