Jejak Terakhir Pelajar Andika Sebelum Hilang Kontak dan Meninggal Karena Demo Rusuh

Setelah sempat mendapatkan perawatan di ICU Rumah Sakit Dr Mintoharjo selama tiga hari, nyawanya tak tertolong.

oleh Pramita TristiawatiDiperbarui 02 September 2025, 14:38 WIB
Pemakaman Andika korban kerusuhan dalam demo di Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Pelajar Andika Lutfi Falah (16) meninggal dunia usai menjadi korban kericuhan demo 28 Agustus 2025. Setelah sempat mendapatkan perawatan di ICU Rumah Sakit Dr Mintoharjo selama tiga hari, nyawanya tak tertolong.

Keluarga menceritakan detik-detik sebelum Andika Lutfi Falah meninggal dunia. Di hari Kamis lalu, Andika berangkat ke sekolah seperti biasa. Tetapi di jam 11 siang, keluarga mendapat telepon dari pihak sekolah. Andika dikabarkan meninggalkan sekolah dengan alasan ingin mengantar ibunya.

"Sekolah memberitahu kalau Andika izin jam 11 siang keluar dari sekolah untuk mengantar ibunya. Tapi sampai jam 1 siang, belum sampai rumah," kata Rofik, paman korban, saat ditemui di rumah duka di kawasan Tigaraksa, Tangerang, Selasa (2/9/2025).

Saat itu, Andika memang tidak membawa handphone ataupun identitas diri. Lantaran alat komunikasi ataupun tanda pengenal pelajarnya hilang dia mendaki di Gunung Gede.

Keluarga Cari Keberadaan Andika ke Teman-Teman

Ibunda Andika Lutfi Falah (Foto: Pramitha/Liputan6.com)

Keluarga mulai resah dan menghubungi teman-teman korban untuk mencari tahu keberadaan Andika. Sayangnya, keberadaan Andika belum terlacak.

Hingga akhirnya, pada Jumat sore, 29 September 2025, sekitar pukul 17.00 Wib sore, kakak korban, Andrean, mendapat info dari media sosial. Informasi di media sosial itu menyebut ada satu pendemo dalam keadaan kritis namun tanpa identitas di RS Dr. Mintoharjo.

"Akhirnya kakak Andika ini langsung meluncur ke sana, benar itu Andika," kata Rofi.

Andika Koma di ICU

Keluarga menunjukkan foto Andika Lutfi Falah (16), pelajar asal Tangerang yang meninggal dunia menjadi korban kerusuhan demo di di Jakarta. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Andrean kaget bukan main. Kondisi adiknya Andika sudah dalam keadaan koma di ruang ICU. Di sebelah kiri kepalanya ada luka akibat benda tumpul.

Pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang bersamanya pada saat aksi demo termasuk yang membawa Andika ke rumah sakit.

Itu sebabnya, keluarga mengaku ikhlas dan tidak ingin memperkarakan lebih jauh peristiwa memilikun itu.

"Sudah, ikhlaskan. Doakan saja husnul khotimah," ujarnya.

Pemkab Larang Keras Pelajar Ikut Demo

Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Tangerang, memberikan santunan terhadap keluarga Andika yang menjadi korban saat aksi demo di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025.

"Kami sedikit memberikan santunan, bantuan untuk keluarga. Sedikit membantu, mungkin untuk keperluan tahlilan," ungkap Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, di rumah duka.

Suherman mengaku sangat kaget mendengar kabar ada pelajar asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.

Dia berharap, kejadian ini tidak akan terulang lagi pada pelajar lain dan menjadi pembelajaran.

"Anak-anak usia belajar agar fokus belajar, fokus sekolah, tidak perlu ikut-ikutan ajakan,"katanya.

Seperti diketahui, Andika pelajar SMKN 4 Kabupaten Tangerang tewas dengan luka akibat benda tumpul di kepala sebelah kirinya. Dia tewas setelah mendapat perawatan di ruang ICU Rumah Sakit De Mintoharjo selama 3 malam, hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin, 1 September 2025 pukul 08.30 pagi.

Infografis Kronologi Demo 28 Agustus 2025 Berujung Ricuh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya