Liputan6.com, Jakarta - Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, memperingatkan bahwa jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melemahkan independensi Federal Reserve (The Fed) maka akan menjadi "bahaya sangat serius" bagi perekonomian global.
Lagarde mengatakan, apabila The Fed dipaksa menuruti diktat politik, dampaknya akan "sangat mengkhawatirkan" terhadap stabilitas ekonomi di AS, dan otomatis akan berimbas ke seluruh dunia.
Advertisement
Dikutip dari BBC, Selasa (2/9/2025), sejak kembali menjabat, Donald Trump berulang kali menyerang pimpinan The Fed, Jerome Powell. Bulan lalu, ia bahkan mencoba memecat salah satu gubernur The Fed, Lisa Cook.
Meski demikian, Lagarde menegaskan bahwa secara praktik akan "sulit" bagi presiden untuk benar-benar mengendalikan bank sentral AS tersebut.
The Fed merupakan bank sentral Amerika Serikat dengan tugas utama menjaga stabilitas harga dan mendorong lapangan kerja. Dalam menjalankan tugas itu, The Fed menetapkan kebijakan suku bunga — yang seharusnya independen dari pemerintah.
Namun, kebijakan tersebut kerap memicu kemarahan Trump, baik pada masa jabatan pertamanya maupun sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu.
Trump berkali-kali menyuarakan keinginannya agar suku bunga diturunkan drastis, dari level saat ini 4,25–4,5 persen menjadi di bawah 1 persen. Ia berpendapat langkah itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan biaya pinjaman pemerintah.
Akan tetapi, The Fed menahan suku bunga sejak Desember tahun lalu karena masih khawatir soal inflasi, terutama risiko kenaikan harga akibat tarif impor yang diberlakukan Trump.
Pemangkasan suku bunga memang diperkirakan terjadi bulan ini, namun tidak akan sebesar yang diinginkan Trump. Hal inilah yang memicu serangan terbuka dari presiden terhadap pimpinan The Fed.
Mengkhawatirkan
Dalam wawancara dengan radio Prancis Radio Classique, Lagarde ditanya apa yang akan terjadi bila Trump berhasil menguasai kebijakan suku bunga AS.
"Saya pikir itu akan menjadi bahaya yang sangat serius bagi ekonomi AS dan ekonomi global," tegas Lagarde.
Ia menambahkan, “Jika kebijakan itu tidak lagi independen, jika hanya bergantung pada diktat politik dari satu orang atau pihak tertentu, maka keseimbangan ekonomi AS — dan konsekuensinya dampak bagi dunia secara keseluruhan, karena AS adalah ekonomi terbesar dunia — akan sangat mengkhawatirkan.”
Lagarde menekankan, secara hukum sulit bagi Trump untuk menguasai penuh The Fed. Mahkamah Agung AS sebelumnya menegaskan bahwa seorang gubernur The Fed hanya bisa diberhentikan bila terbukti melakukan pelanggaran berat.
Selain itu, komite penentu suku bunga The Fed terdiri dari tujuh gubernur serta presiden bank cadangan regional, sehingga hampir mustahil bagi Trump mengendalikan mayoritas suara.
Jarang Harmonis
Meski Powell adalah orang yang ditunjuk Trump di masa jabatan pertamanya, hubungan keduanya memang jarang harmonis. Pada Juli lalu, Trump bahkan menyebut Powell sebagai “numbskull” yang membuat warga AS kesulitan membeli rumah karena mempertahankan suku bunga tinggi.
Kemudian pada Agustus, Trump berupaya memecat Lisa Cook, salah satu dari tujuh gubernur The Fed. Ia menuduh Cook membuat pernyataan palsu terkait hipoteknya. Namun, tim kuasa hukum Cook menyebut tuduhan itu tidak memiliki dasar fakta maupun hukum, dan kini tengah digugat di pengadilan.