Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berjanji mengganti semua ompreng atau food tray untuk menyajikan makan bergizi gratis (MBG) apabila terbukti mengandung minyak babi.
Sampai saat ini kementerian/lembaga terkait masih melakukan pengecekan untuk membuktikan dugaan food tray MBG mengandung minyak babi.
Advertisement
"Ya tentu saja (diganti semua). Gini, kita kan harus cek and rechek benar atau tidak ya kan (mengandung minyak babi)," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu 31 Agustus 2025.
Pengecekan tersebut dilakukan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dadan menjelaskan bahwa food tray tersebut dibeli oleh mitra MBG, bukan pihak BGN.
"Sejauh ini kan semua (food tray) sudah digunakan. Tapi perlu diketahui juga bahwa itu seluruhnya adalah mitra yang melakukan pembelian. BGN belum melakukan satupun, jadi kita akan cek semua," jelas Dadan.
Belum Ditemukan Kandungan Minyak Babi
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menjawab soal isu yang menyebut bahwa ompreng atau food tray atau ompreng untuk menyajikan makan bergizi gratis (MBG) mengandung minyak babi. Hasan mengatakan hingga kini belum ada temuan yang membuktikkan bahwa ompreng MBG mengandung minyak babi.
Dia mempersilakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji untuk membuktikkan apakah ada kandungan minyak babi dalam ompreng MBG. Hal ini, kata Hasan, juga untuk menjawab kekhawatiran masyarakat.
"Sejauh ini kita tidak menemukan (kandungan minyak babi). Kalau memang ada Kekhawatiran soal itu, kita uji saja. Bisa diuji di BPOM. Kita bisa uji kok. Tadi saya sudah ketemu sama Kepala BPOM," jelas Hasan di Kantor PCO Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).
Dia juga mempersilahkan masyarakat membawa ompreng tersebut ke laboratorium independen untuk membuktikannya. Hasan pun meminta masyarakat tam mudah termakan isu sensitif yang belum jelas kebenarannya.
"Jadi itu pentingnya kita tidak gampang termakan isu yang sensitif, dan itu kan perlu diperiksa," ujarnya.