Menko Airlangga Pastikan Ekonomi Indonesia Kokoh: IHSG Sempat Sentuh Rekor 8.000

Pemerintah terus memastikan komunikasi dengan emiten dan investor agar rencana investasi tetap berjalan sesuai jadwal. Menko Airlangga menegaskan kapasitas pemerintah dalam menjaga ketahanan makroekonomi tetap terjamin.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 01 September 2025, 11:20 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 9 Juli 2024. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan gejolak sosial dan politik yang terjadi baru-baru ini tidak akan menggoyahkan fondasi ekonomi Indonesia maupun stabilitas pasar modal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap terjaga, dengan pertumbuhan yang solid serta dukungan indikator makro yang positif.

Airlangga menyampaikan, kinerja ekonomi nasional masih berada pada jalur yang positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 tercatat 5,12% secara tahunan, sementara sepanjang semester I-2025 mencapai 4,99%. Kondisi ini turut menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh rekor baru.

“IHSG dalam momentum menguat selama pekan kemarin bahkan sempat mencapai all time high 8.000. Penurunan hanya terjadi saat demo besar hari Jumat, untuk itu pemerintah yakin optimisme ini masih ada di tengah-tengah kita dan harus kita jaga,” ujar Airlangga dalam konferensi pers stabilitas pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, pemerintah terus memastikan komunikasi dengan emiten dan investor agar rencana investasi tetap berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan kapasitas pemerintah dalam menjaga ketahanan makroekonomi tetap terjamin.

 

Komunikasi dengan Emiten dan Investor

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 9 Juli 2024. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menjaga komunikasi dengan emiten dan investor agar rencana investasi tidak terganggu. Selain itu, sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional juga telah disiapkan, antara lain mendorong realisasi belanja negara minimal 25% dari APBN, memperkuat investasi yang pada semester I sudah mencapai Rp924 triliun, serta melanjutkan stimulus ekonomi pada paruh kedua 2025.

“Kepada pelaku pasar modal, saya ingin menegaskan pemerintah memiliki kapasitas dan komitmen penuh untuk menjaga stabilitas ekonomi. Cadangan devisa kita memadai, sistem perbankan sehat, dan koordinasi kebijakan berjalan sinergis,” jelasnya.

Airlangga menekankan volatilitas jangka pendek akibat situasi sosial tidak akan mengubah arah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan tetap berada di kisaran 5,0–5,2% pada 2025.

 

IHSG Anjlok 3%, Tinggalkan Posisi 7.800 Hari Ini 1 September 2025

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3% pada pembukaan perdagangan saham Senin, (1/9/2025). Koreksi IHSG terjadi di tengah gelombang protes yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia pada pekan lalu.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun 210,4 poin ke posisi 7.620,09. Pada perdagangan pukul 09.02 WIB, IHSG merosot 3,55 % ke posisi 7.552. Indeks LQ45 merosot 3,83% ke posisi 766,90. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan Senin pagi, IHSG berada di level tertinggi 7.622,42 dan terendah 7.547,56. Sebanyak 616 saham melemah sehingga bebani IHSG. 20 saham menguat dan 29 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 211.369 kali dengan volume perdagangan 3,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.447.

 

Sektor Saham

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham consumer siklikal turun 3,55%. Sektor saham energi melemah 2,87%, sektor saham basic terpangkas 2,89%, dan sektor saham industri melemah 1,91%.

Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal turun 2,59%. Lalu sektor saham kesehatan melemah 2,35%, sektor saham keuangan terpangkas 2,99%, sektor saham properti susut 3,01%. Selanjutnya sektor saham teknologi melemah 3,10%, sektor saham infrastruktur merosot 3,09% dan sektor saham transportasi terperosok 3,57%. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya