Demonstrasi di Berbagai Daerah, Muhammadiyah Minta Elite Politik Dengarkan Aspirasi Rakyat

Sepekan ini, terjadi aksi demonstrasi berbagai daerah termasuk Jakarta.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 30 Agustus 2025, 07:39 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menyampaikan kata sambutan di Jakarta, Senin (16/5). Nota kesepahaman tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama dalam bidang pembangunan toleransi, pluralisme, dan HAM. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Aksi unjuk rasa terjadi di berbagai daerah. Tak sekadar penyampaian pendapatan, beberapa aksi demonstrasi berujung kericuhan.

Bahkan di Jakarta, demo berujung tragedi. Pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan Rantis Brimob, pada Kamis (28/8/2025).

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyikapi demo panas yang terjadi sepekan ini.

Tanggapan Ketua PP Muhammadiyah

Massa berkumpul saat terjadi ricuh akibat unjuk rasa di sekitar jalan Pejompongan, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Polisi menembakan gas air mata di kerumunan massa setelah unjuk rasa pelajar STM bentrok dengan aparat kepolisian dibelakang Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Haedar meminta para elite politik, pejabat negara, hingga anggota DPR untuk melakukan instropeksi dan mendengarkan aspirasi masyarakat dengan santun setelah melihat serentetan kejadian ini. Dia juga mengingatkan elite politik untuk tidak melukai hati masyarakat.

"Agar para elite politik, para pejabat negara, anggota legislatif, dan para pengambil kebijakanlebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat dengan perilaku yang santun, kesederhanaan, dan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat," kata Haedar dikutip dari siaran persnya, Sabtu (30/8/2025).

Haedar mengatakan, publik membutuhkan jiwa keteladanan dari para pemimpinnya. Terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus.

"Kami meminta para elite politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi dan tidak melukai hati rakyat," sambungnya.

Kekerasan Memecah Belah Bangsa

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan pesan Ramadhan usai penetapan awal puasa dan 1 syawal 1446 H, Rabu (12/2/2025). (Dok PP Muhammadiyah)

Haedar juga meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan semua bentuk tindak kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Semua pihak diminta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dan modal membangun Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera.

"Mari kita bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan yang tinggi," ujarnya.

Waspada Provokasi

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan keterangan terkait wafatnya Paus Fransiskus XVI di Yogyakarta, Selasa (22/4/2025). (Kukuh Setyono)

Haedar juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi unjuk rasa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Dia mewanti-wanti masyarakat tak terprovokasi dengan isu-isu yang destruktif.

Dia berharap masyarakat agar arif dan cerdas dalam menyikapi informasi. Caranya, dengan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berwenang atau, kepada para tokoh panutan yang dapat memandu dan memberikan informasi yang mencerahkan.

"Semua harus menahan diri dan bersikap bijak, jangan terprovokasi isu-isu yang bersifat destruktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, khususnya yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya," tutur Haedar.

Percaya Komitmen Presiden Prabowo

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir

Haedar percaya dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor sebagai perwujudan menjalankan amanat konstitusi.

"Negeri ini memerlukan soliditas danpersatuan yang kokoh di tengah berbagai agenda dan masalah strategis nasional yang berat maupun situasi dunia yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian," ujar Haedar memungkasi.

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya