Liputan6.com, Makassar - Kobaran api yang melahap kantor DPRD Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025) akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim pemadam kebakaran berjibaku selama beberapa jam.
Namun, meski api sudah berhasil dikendalikan, situasi tak sampai berhenti di sana.
Advertisement
Sejumlah warga memanfaatkan kondisi tersebut dengan masuk ke area kantor dewan dan melakukan penjarahan.
Barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari puing-puing bangunan diangkut, mulai dari mesin hingga peralatan elektronik yang tersisa.
Tak hanya itu, beberapa kendaraan yang terbakar di sekitar lokasi ikut menjadi sasaran.
Warga mempreteli bagian-bagian mobil yang hangus, seperti ban, velg, hingga onderdil lain yang masih dianggap bernilai.
Tak Ada Aparat Kepolisian
Pantauan Liputan6.com, warga yang didominasi anak muda itu terlihat menjarah outdoor AC, lemari besi, kursi dan beberapa benda lainnya.
Hingga api benar-benar padam, aparat kepolisian tak kunjung hadir di lokasi. Kondisi ini membuat aksi penjarahan berlangsung leluasa tanpa pengawasan aparat.
Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah kerugian akibat kebakaran maupun barang-barang yang dijarah dari area kantor DPRD Kota Makassar.
Gubernur Andi Sudirman Imbau Masyarakat Menahan Diri
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turun langsung menemui massa aksi di Jalan Urip Sumohardjo, Jumat (29/8/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, Dia mengimbau seluruh warga agar tetap menahan diri serta mengutamakan ketertiban dan keamanan bersama. Ia menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas setiap wilayah masing-masing.
“Sudah ada korban jiwa, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri. Mari kita jaga Sulsel tetap aman dan damai,” kata Andi.
“Kita semua mencintai daerah ini. Mari kita rawat kedamaian, saling menghormati, dan menjaga persatuan demi masa depan Sulawesi Selatan yang lebih baik,” sambungnya.