Manchester United Rela Jual Jebolan Akademi asal 2 Syarat Ini Terpenuhi

Manchester United kabarnya rela melepas pemain jebolan akademi mereka, Kobbie Mainoo, di bursa transfer musim panas ini.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 30 Agustus 2025, 06:00 WIB
Gelandang muda Manchester United, Kobbie Mainoo terbuka untuk dijual di bursa transfer musim panas 2025. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kabarnya bersiap melepas pemain jebolan akademi Kobbie Mainoo di sisa bursa transfer musim panas 2025.

Hanya saja, ada syarat yang patut dipenuhi agar transfer ini terealisasi. Pertama, sang pemain harus mengutarakan keinginan pergi sebelum akhir bulan. Selanjutnya, MU akan meminta bayaran lebih dari 40 juta euro dari tim peminatnya.

Untuk diketahui, nama Kobbie Mainoo memang santer dikaitkan dengan pintu keluar Setan Merah sejak beberapa waktu terakhir. Itu terjadi setelah dia menolak tawaran kontrak baru yang sempat disodorkan MU awal tahun ini.

Kesepakatan Mainoo sekarang sebenarnya masih berlaku sampai 2027 mendatang. Akan tetapi, pemuda jebolan akademi klub juga mulai tersisih dalam dua pertandingan pertama Manchester United di Liga Inggris musim ini.

Pelatih Ruben Amorim lebih suka mengandalkan Casemiro, Bruno Fernandes, Mason Mount, dan Manuel Ugarte. Akibatnya, posisi Mainoo makin rentan digeret ke pintu keluar Old Trafford.


MU Rela Jual Mainoo, asal...

Setelah menjalani tiga laga terakhir tanpa kemenangan, Manchester United akhirnya kembali memetik tiga poin penuh usai menang 3-2 atas Newcastle United pada laga tunda pekan ke-34 di Old Trafford, Kamis (16/5/2024) dini hari WIB. Kemenangan yang diraih pada laga kandang terakhir musim ini ditentukan lewat gol-gol Kobbie Mainoo, Amad Diallo dan Rasmus Hojlund. Sementara Newcastle United hanya mampu membalas dua gol melalui Anthony Gordon dan Lewis Hall. Dengan koleksi 57 poin, MU menempati posisi ke-8 di bawah Newcastle United yang unggul selisih gol menjelang pekan penutup Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Dave Thompson)

Menurut jurnalis transfer Ben Jacobs, dilansir dari Football Transfers, Manchester United pada dasarnya memang tidak keberatan ditinggal Kobbie Mainoo.

Cabutnya dia malah akan dipandang sebagai keuntungan murni oleh Setan Merah sebab pemuda berusia 20 tahun itu merupakan talenta asli klub. Klub juga bakal punya ruang lebih lebar untuk mendaratkan gelandang tengah baru jika Mainoo pergi.

Hanya saja agar hal ini terlaksana, sang pemain harus menyampaikan permintaan pergi ke klub sebelum akhir bulan. Dia juga perlu menemukan peminat yang bersedia membayar 40 juta euro lebih kepada Setan Merah.


Minta Dipinjamkan ke Klub Lain

Pemain Manchester United Kobbie Mainoo, kiri, berebut bola dengan pemain ASEAN All-Star Malaysia, Manuel Ugarte, selama turnamen sepak bola Challenge Cup Malaysia 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 28 Mei 2025. (Foto AP/Vincent Thian)

Menurut Sky Sports, Kobbie Mainoo sendiri sebenarnya sudah minta agar dia dipinjamkan ke klub lain di bursa transfer musim panas 2025.

Pemain muda MU itu berharap bisa mendapat lebih banyak waktu bermain jika cabut sementara dari Old Trafford.

Namun, merujuk laporan yang sama, United tidak berniat meminjamkan dia. Kalau pun tak jadi dijual, Setan Merah nampaknya lebih mendukung dia bertahan dan memperjuangkan tempat di tim racikan Ruben Amorim.


Catatan Buruk Manchester United

Pemain Manchester United, Kobbie Mainoo, merayakan golnya bersama Alejandro Garnacho setelah mencetak gol kedua bagi timnya dalam pertandingan fase liga Liga Europa antara FCSB dan Manchester United di stadion National Arena, Jumat dini hari WIB (31-1-2025). (Foto AP/Andreea Alexandru)

Penjualan Kobbie Mainoo bisa mengakibatkan Manchester United mencatatkan sejarah buruk di klub. Mereka kehabisan lulusan akademi yang mapan di skuad utama, mengingat Alejandro Garnacho juga sedang menyelesaikan kepindahan menuju Chelsea.

Saat ini, cuma kiper cadangan Tom Heaton, pemain muda Harry Amass, dan Tyler Fredericson yang berstatus sebagai lulusan akademi dalam skuad racikan Amorim.

Situasi ini dipandang sebagai penurunan identitas Manchester United lantaran kehabisan representasi akademi. Padahal sejak 1937, Setan Merah selalu menunjuk pemain lokal dalam setiap skuad di pertandingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya