Pelestarian Seni Pewarnaan Tekstil Leluhur di Koleksi Teranyar SukkhaCitta, Ada Beskap Chris Martin

Koleksi terbaru SukkhaCitta bermaksud mengimajinasikan kembali siluet ikonis Indonesia: kebaya, beskap, dan kain.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 29 Agustus 2025, 02:00 WIB
SukkhaCitta merilis koleksi "Pertiwi," 28 Agustus 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - SukkhaCitta meluncurkan "PERTIWI:A Modern Heritage Edit" di momen ulang tahun ke-9 mereka. Ini merupakan koleksi yang mengimajinasikan kembali siluet ikonis Indonesia: kebaya, beskap, yang salah satu desainnya pernah dipakai Chris Martin dari Coldplay, dan kain, dengan potongan skulptural, lapisan puitis, serta keanggunan kontemporer.

"Koleksi ini terdiri dari beberapa potongan baru dan busana yang sudah jadi signature kami, tapi di-twist into something new. Penggabungan itu membuat filosofi koleksi 'PERTIWI' lebih seperti mengenang dan berrefleksi," kata Direktur Kreatif SukkhaCitta, Anastasia Setiobudi, di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025.

Ia menyebut, salah satu siluet baru dalam koleksi ini adalah kebaya pertiwi. "Itu merupakan penggabungan kebaya dan beskap, juga ada unsur kainnya," ujar dia. "Aku memikirkan bagaimana siluet ini benar-benar versatile, bisa dipakai dengan berbagai macam cara."

"(Ketika memakai kebaya pratiwi), aku ingin orang mencari caranya sendiri, senyaman mereka (dalam memadupadankanya)," imbuhnya. Menambah nilai busana, rangkaian ini diwarnai dengan pewarna alami, menggunakan teknik warisan leluhur.

Pewarnaan Alami

SukkhaCitta merilis koleksi "Pertiwi," 28 Agustus 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Anastasia berbagi, "Yang paling spesial adalah warna merah kami. We call it three bark red, karena itu penggabungan dari tiga jenis kulit kayu sampai benar-benar menghasilkan warna merah yang seperti itu, yang kemudian dikunci pakai pelepah pisang."

"Itu semua (proses pewarnaan alami) merupakan resep (warisan leluhur). Kami berkolaborasi dengan ibu-ibu artisan di sekitar desa. Mereka yang kayak, 'Oh kayaknya dulu pernah begini,' 'Oh kayaknya dulu pernah dipakai ini.' So it's a very collaborative process."

Sejalan dengan komitmen keberlanjutannya, Anastasia berkata, pihaknya memastikan kulit-kulit pohon yang dipakai bukan dari hasil penebangan. "Kami bekerja sama dengan pabrik furnitur di dekat desa-desa. Kami ambil kulit-kulit pohon yang memang tidak mereka manfaatkan," kata dia.

 

Pesona Pewarnaan Alami

SukkhaCitta merilis koleksi "Pertiwi," 28 Agustus 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Pesona pewarnaan alami, menurut dia, terletak pada hasil akhir yang bisa saja berbeda, kendati menggunakan resep yang sama. "Kalau (proses pewarnaan) kami lakukan di desa lain, hasilnya juga pasti beda lagi, karena dipengaruhi airnya, pewarnanya," imbuhnya.

Warna "PERTIWI" lahir dari tumbuhan yang dulunya digunakan sebagai tanaman penyembuh: indigo, buah emas, dan kayu secang, yang hidup mengikuti musim. Filosofi warnanya mencerminkan perjalanan hidup: putih sebagai awal, merah untuk pertumbuhan, dan hitam sebagai simbol kekuatan yang mengakar.

Selain pewarnaan alami, seluruh koleksi dibuat dari serat tanaman dan ditenun dengan teknik tradisional. Setiap tekstilnya ditenun dari kapas murni─yang dihasilkan dari kebun SukkhaCitta sendiri─tanpa listrik dan bahan kimia. Bukan sekadar busana, PERTIWI adalah penghormatan bagi Ibu Pertiwi dan perempuan yang meneruskan warisannya melalui tangan, suara, dan kehidupan.

Nadi Penghidup Generasi

SukkhaCitta merilis koleksi "Pertiwi," 28 Agustus 2025. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Founder, sekaligus CEO SukkhaCitta, DenicaRiadini-Flesch, berkata, "Bagi kami, mereka adalah nadi yang menghidupkan regenerasi. Pahlawan sejati yang menjaga kesinambungan. 'PERTIWI' adalah cara kami menghormati mereka."

Setiap siluet jadi dialog hening antara tradisi dan transformasi, kelembutan dan kekuatan, serta seremoni dan keseharian. Potongannya berupa:

  • PERTIWI Kebaya: reimajinasi struktural dengan tiga cara pemakaian, hadir dalam warna simbolis three bark red dan nature white.
  • Kebaya Vest: busana ritual harian dengan bordir senada dan jahitan yang presisi.
  • Pagi Sore dan Anyam Kain: kain multifungsi dengan drape yang mengalir anggun, dapat dikenakan dengan berbagai gaya.
  • Beskap dan Light Beskap: penghormatan pada tradisi yang dirancang ulang dengan sentuhan modern, bahkan dikenakan di panggung dunia oleh Chris Martin dari Coldplay.
Macam-macam material fesyen berkelanjutan. (dok. Liputan6.com/Trie Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya