PBB Sebut Anak-anak di Gaza Kehilangan Hak Pendidikan Selama 3 Tahun Berturut-turut

Menurut Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, pendidikan adalah hak fundamental yang semestinya juga diterima anak-anak di Gaza.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 29 Agustus 2025, 09:18 WIB
Organisasi hak asasi manusia Amnesty International pada 18 Agustus 2025 menuduh Israel menerapkan kebijakan sengaja untuk menyebabkan kelaparan di Gaza. (Eyad BABA/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (27/8/2025) mengumumkan bahwa anak-anak Palestina di Jalur Gaza telah kehilangan akses pendidikannya selama tiga tahun beruntun.

Hal ini terjadi lantaran blokade dan agresi Zionis Israel yang hingga kini masih terjadi, dikutip dari laman Antara News, Jumat (29/8).

Juru bicara PBB Stephane Dujarric saat konferensi pers mengatakan, tahun ajaran baru semakin dekat dan "anak-anak Gaza akan kehilangan kesempatan belajar untuk tahun ketiga berturut-turut. Pendidikan adalah hak fundamental dan tidak ada anak yang boleh kehilangan hak tersebut".

Dujarric mendesak perlindungan hak anak-anak di Gaza untuk pendidikan. Ia juga menekankan perlunya membuka kembali sekolah-sekolah dan memastikan bahwa anak-anak Palestina bisa memperoleh hak mereka atas pendidikan.

Jubir PBB itu sekaligus memperingatkan bahwa krisis ini "mengancam masa depan seluruh generasi di Gaza".

Sebelumnya, satu juta perempuan dan anak perempuan menghadapi kelaparan massal, kekerasan, dan pelecehan di Gaza, demikian disampaikan Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Sabtu (16/8) di platform media sosial X.

"Kelaparan menyebar dengan cepat di Gaza. Perempuan dan anak perempuan terpaksa mengambil strategi bertahan hidup yang semakin berbahaya, seperti keluar mencari makanan dan air dengan risiko yang sangat tinggi untuk kehilangan nyawa," kata UNRWA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya