Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina Pakai Drone dan Rudal, Dua Anak Dilaporkan Tewas

Rusia menggempur habis-habisan Kota Kyiv Ukraina selama Rabu malam waktu setempat. Akibat serangan tersebut, empat orang tewas. Dua di antaranya anak-anak.

oleh Randy Ferdi FirdausDiperbarui 28 Agustus 2025, 13:24 WIB
Rentetan serangan Rusia menghantam wilayah Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Kamis (10/7) dini hari. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Liputan6.com, Jakarta - Rusia menggempur habis-habisan Kota Kyiv Ukraina selama Rabu malam waktu setempat. Akibat serangan tersebut, empat orang tewas. Dua di antaranya anak-anak.

Wali Kota Vitali Klitschko mengatakan, militer Rusia menyerang menggunakan pesawat tanpa awak atau drone dan rudal di ibu kota Ukraina itu besar-besaran.

Sementara pejabat militer mengonfirmasi melalui Telegram bahwa setidaknya 24 orang terluka.

Sebuah gedung lima lantai runtuh di distrik Darnytski dan kebakaran juga dilaporkan terjadi di sebuah gedung hunian bertingkat tinggi di distrik Dnipro yang berdekatan.

Gelombang rudal ini terjadi setelah lebih dari 100.000 rumah di Ukraina kehilangan aliran listrik akibat serangan pesawat tak berawak Rusia terbaru terhadap infrastruktur energi, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dikutip dar BBC.com, Kamis (28/8/2025). 

Dalam sebuah unggahan di Telegram, Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv, mengatakan salah satu anak yang tewas adalah seorang gadis berusia 14 tahun. 

 Setidaknya lima anak terluka dalam serangan pesawat tak berawak terbaru tersebut.

 

Digempur Habis-habisan

Foto yang dirilis oleh saluran Telegram Gubernur Daerah Belgorod Vyacheslav Gladkov pada Minggu (1/9/2024), menunjukkan petugas pemadam kebakaran memadamkan mobil yang terbakar di halaman gedung apartemen setelah serangan rudal oleh Angkatan Bersenjata Ukraina di Kota Belgorod, Rusia. (Dok. Saluran Telegram Gubernur Daerah Belgorod Vyacheslav Gladkov via AP)

Ia mencatat lebih dari 20 distrik telah menjadi sasaran, dengan banyak bangunan termasuk sebuah taman kanak-kanak terbakar.

Tiga setengah tahun setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, pertempuran di lapangan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Upaya internasional terbaru untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina dilakukan Presiden AS Donald Trump awal bulan ini. Ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska dan Zelensky dengan para pemimpin Eropa di Washington.

Trump telah mendorong pertemuan puncak Putin-Zelensky. Presiden Ukraina telah mendukung langkah tersebut, tetapi ia telah meminta jaminan keamanan dari sekutu Barat untuk mencegah serangan Rusia di masa mendatang jika terjadi kesepakatan damai.

Pada hari Selasa, Zelensky bertemu dengan kepala angkatan bersenjata Inggris, Laksamana Sir Tony Radakin, di Kyiv, di mana mereka membahas upaya untuk mengakhiri perang. Utusan Khusus AS Steve Witkoff mengatakan, ia akan bertemu dengan perwakilan Ukraina di New York minggu ini, mengatakan kepada Fox News "kami berbicara dengan Rusia setiap hari".

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, telah memperingatkan bahwa menyerahkan wilayah Ukraina kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai adalah jebakan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya