Litta Ariesca Jadi Direktur Utama, Ini Daftar Terbaru Direksi dan Komisaris Elnusa

RUPSLB resmi menyetujui pengangkatan Litta Ariesca sebagai Direktur Utama PT Elnusa Tbk menggantikan Bachtiar Soeria Atmadja

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 28 Agustus 2025, 11:12 WIB
PT Elnusa Tbk (ELSA) ikut ambil bagian dalam temuan cadangan migas baru PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Dok Elnusa

Liputan6.com, Jakarta PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha Pertamina di bidang jasa energi, melakukan perubahan signifikan pada jajaran direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin, 25 Agustus 2025.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPSLB resmi menyetujui pengangkatan Litta Ariesca sebagai Direktur Utama menggantikan Bachtiar Soeria Atmadja. Selain Litta, Elnusa juga menunjuk Andri Haribowo sebagai Direktur Operasi menggantikan Endro Hartanto, serta Nelwin Adriansyah yang dipercaya menjabat Direktur Keuangan menggantikan Stanley Iriawan.

Di jajaran Dewan Komisaris, terdapat empat nama baru, yaitu Purwadi Arianto, Vitri Mallarangeng, Abdul Hakim, dan Farazandi Fidinansyah.

Berikut susunan direksi dan komisaris hasil RUPSLB:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Purwadi Arianto
  • Komisaris: Vitri Cahyaningsih Mallarangeng
  • Komisaris Independen: Abdul Hakim
  • Komisaris Independen: Farazandi Fidinansyah

Direksi

  • Direktur Utama: Litta Indriya Ariesca
  • Direktur Keuangan: Nelwin Adriansyah
  • Direktur Operasi: Andri Haribowo
  • Direktur Pengembangan Usaha: Arief Prasetyo Handoyo
  • Direktur SDM & Umum: Hera Handayani

Kinerja Saham ELSA Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Elnusa Tbk (ELSA), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mengumumkan kinerja saham yang sangat baik. Harga saham ELSA berhasil mencapai rekor tertinggi, level yang belum pernah dicapai dalam delapan tahun terakhir.

Direktur Keuangan Elnusa Stanley Iriawan menjelaskan, selama periode 2021 hingga Juli 2025, Elnusa menunjukkan tren pertumbuhan harga saham dan kapitalisasi pasar yang konsisten, meskipun menghadapi fluktuasi pasar modal. Pada akhir 2021, saham ELSA ditutup pada harga Rp 276 per lembar.

Memasuki tahun 2022, harga saham mulai naik menjadi Rp 312, naik 13% dari tahun sebelumnya.

"Tren positif ini berlanjut pada 2023, dengan harga saham meningkat menjadi Rp 388 atau naik 24%. Peningkatan ini juga diikuti oleh kenaikan kapitalisasi pasar dari Rp 2,28 triliun menjadi Rp 2,83 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (17/8/2025).

Pada Juni 2024, harga saham ELSA sempat mencapai puncaknya di Rp 545 per lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 3,46 triliun.

Momentum positif ini terus berlanjut hingga Juli 2025, di mana harga saham kembali mencetak rekor baru di level Rp 550 per lembar, menjadi harga tertinggi dalam delapan tahun terakhir," kata Stanley.

 

Respons Pasar

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Stanley Iriawan melanjutkan, kinerja saham yang positif dalam lima tahun terakhir ini mencerminkan respons pasar yang baik atas strategi pertumbuhan dan penguatan fundamental perusahaan.

"Kami terus berupaya menjaga struktur permodalan yang sehat, mengoptimalkan kinerja operasional, dan mengelola risiko secara bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan investor," kata dia. 

Stanley menambahkan bahwa tren positif ini merupakan hasil kerja sama tim Elnusa dalam menjaga eksekusi strategi bisnis, efisiensi, dan inovasi layanan yang disiplin. Ke depannya, Elnusa akan tetap fokus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.

Selain itu, Elnusa juga terus meningkatkan sinergi dalam ekosistem BUMN untuk memperluas peluang bisnis dan memperkuat kerja sama strategis.

Perseroan mengoptimalkan belanja modal untuk mendukung visinya sebagai perusahaan jasa di sektor energi, baik di dalam maupun di luar Pertamina.

 

Pendanaan

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi pendanaan, Elnusa mendapatkan dukungan permodalan yang kuat dari sektor perbankan, yang menunjukkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan terhadap kinerja dan prospek bisnis perusahaan.

Penguatan sistem digitalisasi juga terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan kualitas layanan.

Pencapaian ini menunjukkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan berkelanjutan Elnusa, yang didukung oleh strategi bisnis adaptif, manajemen risiko yang berhati-hati, dan eksekusi operasional yang solid.

Konsistensi ini menjadikan saham ELSA tetap menarik bagi investor dan memperkuat posisinya sebagai emiten jasa energi terintegrasi dengan prospek jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya