Menelusuri Hubungan antara Rapat The Fed dengan Strategi Investasi Kripto

Rapat FOMC kali ini dipimpin oleh Ketua The Fed Jerome Powell. Pernyataannya sangat dinanti-nanti karena bisa menjadi petunjuk arah kebijakan moneter.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 28 Agustus 2025, 10:00 WIB
Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell berjalan-jalan di luar Jackson Lake Lodge bersama Kazuo Ueda, Christine Lagarde, dan Andrew Bailey, Jumat (22/8/2025). (Foto AP/Amber Baesler)

Liputan6.com, Jakarta - Bayangkan Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat (AS), seperti sebuah "kemudi" bagi perekonomian. Setiap kali mereka mengadakan rapat yang disebut FOMC, keputusan yang mereka ambil, terutama soal suku bunga, bisa menggerakkan seluruh pasar keuangan di dunia, termasuk pasar kripto.

Artikel ini akan membahas bagaimana rapat FOMC yang akan datang bisa memengaruhi strategi investor kripto, mulai dari Bitcoin hingga altcoin.

Peran Jerome Powell dan Dampak Suku Bunga

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (28/8/2025), Rapat FOMC kali ini dipimpin oleh Ketua The Fed Jerome Powell. Pernyataannya sangat dinanti-nanti karena bisa menjadi petunjuk arah kebijakan moneter.

Ia sempat mengisyaratkan bahwa The Fed mungkin akan menyesuaikan kebijakannya dan menurunkan suku bunga sebesar 0,25%.

Ketika The Fed menurunkan suku bunga, biaya pinjaman menjadi lebih murah. Ini biasanya mendorong orang dan perusahaan untuk lebih banyak berinvestasi di aset berisiko tinggi (seperti kripto) karena imbal hasilnya dianggap lebih menarik daripada menyimpan uang di bank.

Sebaliknya, jika suku bunga naik, orang cenderung menahan diri dan lebih memilih aset yang lebih aman.

 

Reaksi Pasar Kripto dan Investor Besar

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbincang dengan Kazuo Ueda dan Christine Lagarde di luar Jackson Lake Lodge saat jeda Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole di Moran, Wyoming, pada Jumat, 22 Agustus 2025. (Foto AP/Amber Baesler)

Pasar Bergerak Berdasarkan Spekulasi: Menjelang rapat FOMC, pasar kripto seringkali dipenuhi spekulasi. Investor mulai bersiap, dan ini bisa menyebabkan harga kripto menjadi sangat volatil. Aset seperti Bitcoin dan Ethereum sangat sensitif terhadap sinyal ekonomi makro ini.

Aksi Institusional: Perusahaan-perusahaan besar, seperti BlackRock, juga memantau rapat ini dengan cermat. Minat mereka pada kripto terlihat dari pembelian Ethereum dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa adopsi institusional semakin meningkat. Namun, keputusan The Fed tetap menjadi faktor utama yang bisa mengubah ekspektasi mereka.

Pola Buy the Rumor, Sell the News: Pola ini sering terjadi di pasar kripto. Investor akan membeli aset (misalnya Bitcoin) berdasarkan rumor positif (seperti The Fed akan menurunkan suku bunga). Namun, setelah pengumuman resmi keluar (the news), mereka seringkali menjual aset tersebut untuk mengambil keuntungan, yang bisa menyebabkan harga tiba-tiba turun.

 

Hati-hati Koreksi

Secara historis, optimisme pasar yang terlalu tinggi menjelang rapat seringkali diikuti oleh koreksi harga. Jadi, meskipun ada harapan akan kabar baik, para investor tetap harus berhati-hati.

Analisis dari Santiment bahkan mencatat bahwa, "Meskipun optimisme tentang penurunan suku bunga mendorong pasar, data sosial menunjukkan kehati-hatian diperlukan."

Pada intinya, hubungan antara The Fed dan pasar kripto menunjukkan bahwa kripto tidak sepenuhnya terpisah dari ekonomi tradisional. Sebaliknya, pergerakan di pasar tradisional, terutama yang dipicu oleh kebijakan The Fed, memiliki dampak signifikan pada harga dan strategi investasi di dunia kripto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya