Pertama di Dunia, Huawei Dirikan Stasiun Supercharging 100MW untuk Truk Listrik

Huawei meresmikan stasiun supercharging 100 megawatt (MW) pertama di dunia untuk truk listrik berat di Beichuan.

oleh Muhamad RidwanDiterbitkan 25 Agustus 2025, 19:11 WIB
Stasiun supercharging truk tugas berat 100MW pertama di dunia (Huawei)

Liputan6.com, Jakarta - Huawei kembali membuat gebrakan di sektor energi hijau dengan meresmikan stasiun supercharging kelas 100 megawatt (MW) pertama di dunia khusus untuk truk listrik berat. Fasilitas yang diberi nama Sichuan Yuanqi Xingguang Heavy-Duty Truck Megawatt Supercharging Station ini resmi beroperasi di Kabupaten Otonomi Beichuan Qiang, Kota Mianyang, Provinsi Sichuan, pada Jumat (23/8/2025).

Berdasarkan laporan CarNewsChina, Senin (25/8/2025), stasiun ini dibangun dengan teknologi Huawei Megawatt Supercharging dan ditujukan sebagai lokasi demonstrasi untuk angkutan material jarak menengah hingga pendek di area tambang pasir dan kerikil Beichuan. Investasi yang digelontorkan mencapai 150 juta yuan atau sekitar Rp345 miliar.

Dengan kapasitas daya terpasang 100MW, fasilitas ini dilengkapi 18 unit supercharger 1,44MW dan 108 unit supercharger berpendingin cairan 600kW.

Secara total, stasiun mampu melayani 700 truk listrik berat per hari dengan volume pengisian lebih dari 300.000 kWh. Tak hanya itu, tersedia juga atap panel surya hampir 1MW serta dua unit penyimpanan energi angin-cair berkapasitas 215kWh.

Teknologi pengisian ini kompatibel dengan truk listrik berstandar “3.5C”, sehingga pengemudi bisa menempuh jarak 100 km hanya dengan pengisian selama lima menit.

Pemilik truk diperkirakan dapat menghemat biaya operasional hingga 150.000 yuan per tahun (sekitar Rp345 juta), setara dengan harga satu unit truk dalam tiga tahun.

Bagi operator, efisiensi pengisian daya ini juga dapat meningkatkan efektivitas operasional lebih dari 15 persen.

Keunggulan yang Ditawarkan

Stasiun supercharging truk tugas berat 100MW pertama di dunia (Huawei)

 

Salah satu keunggulan utama fasilitas ini adalah desainnya yang ramah jaringan listrik. Huawei mengintegrasikan sistem “source-grid-load-storage microgrid” yang bisa beroperasi baik terhubung maupun lepas dari jaringan utama.

Teknologi ini membantu menstabilkan beban listrik besar sekaligus memaksimalkan penggunaan energi terbarukan.

Stasiun ini juga mengadopsi teknologi Virtual Power Plant (VPP) yang mampu mengoptimalkan konsumsi listrik hijau, mengurangi biaya lewat strategi tarif puncak-lembah, dan menambah pendapatan operator.

Solusi “PV-storage-charging” yang diterapkan menghasilkan sekitar 5.000 kWh energi hijau per hari.

Secara keseluruhan, elektrifikasi truk berat melalui fasilitas ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 45.000 ton per tahun.

Infografis Esemka dan Program Mobil Nasional

Infografis Esemka dan Program Mobil Nasional. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya