Liputan6.com, Yogyakarta - Pengacara keluarga diplomat Arya Daru, Nicholay Aprilindo meminta polisi untuk memperdalam kembali, membuka berbagai bukti yang sudah diserahkan keluarga secara transparan. Salah satunya adalah sebuah amplop cokelat yang berisikan tiga simbol.
Advertisement
"Ketika proses pemakaman almarhum, ada seseorang yang membawa amplop cokelat. Di mana di dalamnya berisi simbol-simbol dari gabus putih berupa bintang, hati, dan bunga kamboja," katanya saat jumpa pers bersama ayahanda Arya Daru, Subaryono, Sabtu (23/8/2025), di Yogyakarta.
Mewakili keluarga besar almarhum Arya Daru, Nicholay meminta pihak penyidik untuk memperdalam apa makna dari ketiga simbol tersebut dan pesan apa yang terkandung di dalamnya.
Tak hanya itu, keluarga Arya Daru juga mempertanyakan hasil forensik kematian yang diungkap saat jumpa pers di Polda Metro Jaya pada 28 Juli 2025. Di mana di tubuh almarhum didapati luka-luka lebam di beberapa bagian tubuh lainnya dan di mata sebelah kiri.
"Kemudian, ada plastik yang membungkus wajah korban baru kemudian lilitan lakban yang begitu rapi. Masak orang bunuh diri memplastikan dulu wajahnya kemudian, melakban secara rapi. Inilah yang menjadi tanda tanya misteri kematian almarhum," tegasnya.
Jika memang kepolisian menyatakan kasus ini masih terbuka dengan keterangan tambahan sebagai bukti baru bahan penyelidikan? Nicolai memastikan keluarga meminta kepolisian untuk kembali melakukan penyelidikan secara komprehensif dan lebih bagus lagi.
"Kami meminta proses penyelidikan diambil alih Mabes Polri, karena kami mendapatkan beberapa bukti yang yang menguatkan (kematian Arya Daru) bukan karena bunuh diri," katanya.
Kabar Soal Bunuh Diri
Bahkan keluarga sendiri menurutnya tidak percaya Arya Daru melakukan bunuh diri. Karena almarhum semasa hidupnya tidak memiliki masalah apapun. Saat menjelang peristiwa tersebut, dia sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Finlandia istri dan kedua anaknya. Kedua orang tuanya dan mertuanya juga sudah dibuatkan paspor.
"Jadi tidak betul seperti yang dikatakan pengamat, almarhum berdasarkan keterangan dari seseorang berinisial ‘C’, yang mengatakan almarhum pernah mau bunuh diri. Itu tidak benar," paparnya.
Seharusnya kondisi psikologi dan mental Arya Daru menjelang kematiannya penuh dengan sukacita karena akan berangkat ke Finlandia untuk melaksanakan penugasan seusai kenaikan mendapatkan promosi jabatan.
"Masak sudah mendapatkan promosi jabatan mau berangkat terus bunuh diri, itu tidak masuk logika waras, tidak masuk akal sehat," tutup Nicholay.
Sebelumnya, Arya Daru, seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri ditemukan tewas tak wajar di dalam kamar indekosnya di Gondia International Guesthouse, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat. Saat ditemukan wajahnya terlilit lakban.