Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR023, Kupon 5,95% per Tahun

Penerbitan Sukuk Ritel Seri SR023 bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus menyediakan alternatif investasi yang aman, menguntungkan, dan likuid bagi masyarakat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Agustus 2025, 16:52 WIB
SR016 merupakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel jenis syariah.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi menawarkan instrumen investasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel kepada masyarakat. Kali ini, instrumen yang ditawarkan adalah Sukuk Ritel Seri SR023 dengan dua pilihan tenor, yaitu SR023T3 bertenor 3 tahun dan SR023T5 bertenor 5 tahun.

Penawaran ini dibuka secara daring melalui sistem e-SBN mulai 22 Agustus hingga 15 September 2025.

Penerbitan SR023 bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus menyediakan alternatif investasi yang aman, menguntungkan, dan likuid bagi masyarakat.

"Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih dari kebiasaan menabung (saving-oriented society) menjadi masyarakat yang berorientasi pada investasi (investment-oriented society), sehingga dapat memperkuat pasar modal Indonesia, tulis, DJPPR Kemenkeu dalam keterangannya, dikutip Jumat (22/8/2025).

Melalui Sukuk Ritel ini, masyarakat Indonesia diberikan kesempatan untuk berinvestasi sekaligus berpartisipasi langsung dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Dengan minimal pembelian yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp 1 juta, diharapkan dapat mewujudkan keuangan inklusif dan memberikan akses investasi yang aman bagi semua kalangan.

 

Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pekerja melihat informasi mengenai Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui website Kemenkeu di Jakarta, Kamis (7/11/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sukuk Ritel SR023T3 menawarkan imbalan tetap sebesar 5,80% per tahun, sementara SR023T5 memberikan imbalan 5,95% per tahun. Imbalan ini akan dibayarkan setiap bulan.

Kedua instrumen ini memiliki fitur tradable atau dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum holding period selama satu kali pembayaran imbalan. Tanggal penerbitan atau setelmen SR023T3 dan SR023T5 ditetapkan pada 22 September 2025.

Bagi masyarakat yang berminat, pemesanan dapat dilakukan secara daring melalui 32 mitra distribusi yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Mitra distribusi ini mencakup berbagai lembaga, mulai dari bank umum, bank umum syariah, perusahaan efek, hingga perusahaan teknologi finansial (Fintech) Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). 

Mitra Distribusi

1. Bank Umum

  • PT Bank Central Asia Tbk
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Bank HSBC Indonesia
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk
  • PT Bank Mega Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank OCBC NISP Tbk
  • PT Bank Pan Indonesia Tbk
  • PT Bank Permata Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • PT Bank UOB Indonesia
  • PT Bank Victoria International Tbk
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk

2. Bank Umum Syariah

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk
  • PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

3. Perusahaan Efek

  • PT BRI Danareksa Sekuritas
  • PT Mandiri Sekuritas
  • PT Bahana Sekuritas
  • PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
  • PT Binaartha Sekuritas
  • PT Phillip Sekuritas Indonesia
  • PT BNI Sekuritas
  • PT Panin Sekuritas Tbk

4. Perusahaan Financial Technology (APERD)

  • PT Bareksa Portal Investasi
  • PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
  • PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
  • PT Bibit Tumbuh Bersama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya