Kasus Cacingan Bocah Raya: Dinkes Jabar Minta Maaf, Janji Perbaiki Pelayanan

Pascakematian bocah Raya, Dinkes Jabar berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.

oleh Merdeka.comDiperbarui 21 Agustus 2025, 11:16 WIB
Raya, seorang bocah berusia tiga tahun di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dengan penyakit yang langka: seluruh tubuhnya dipenuhi cacing, bahkan sampai ke otak. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Jawa Barat buka suara soal kematian Raya (3), bocah asal Sukabumi karena infeksi cacingan akut. Kepala Dinkes Jabar, dr Vini Adiani Dewi, meminta maaf atas kejadian ini.

"Mohon maaf pada masyarakat kalau pelayanan kami tidak maksimal," kata Vini, Kamis (21/8).

Pascakematian bocah Raya, Dinkes Jabar berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.

"Insya Allah kami akan perbaiki, pembinaan, dan evaluasi di lapangan, sehingga ke depan tidak terjadi lagi kasus-kasus Raya yang lain," ujarnya.

Evaluasi Posyandu dan Rumah Sakit

Kondisi rumah Raya, balita asal Sukabumi meninggal karena tubuh dan otak dipenuhi cacing

Langkah jangka pendek yang Dinkes Jabar lakukan dengan melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari Posyandu, Rumah Sakit, PKK hingga aparatur desa se-Jawa Barat. Harapannya, memperkuat deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.

"Ini perbaikan ke depan, menjadi perhatian untuk semua puskesmas dan rumah sakit se-Jawa Barat. Bahwa pelayanan ke depan akan lebih baik lagi sesuai dengan arahan Gubernur," tambahnya.

Cacingan Penyakit Sederhana, tapi Bisa Mematikan

Ramai Kisah Raya di Sukabumi, Pakar Jelaskan Proses Terjadinya Cacingan. Foto: Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin.

Dia menjelaskan, pada dasarnya penyakit cacingan bisa dicegah dan tidak mematikan. Asalkan bisa ditangani dengan segera dan benar.

Namun untuk kasus Raya, terhambatnya penanganan karena akses yang terbatas. Informasi yang dia terima, petugas puskesmas sebenarnya sudah merekomendasikan agar Raya dirujuk ke rumah sakit, tetapi keluarga tidak punya BPJS dan terkendala biaya.

“Ini jadi evaluasi bagaimana awareness dan kepedulian tenaga kesehatan harus lebih kuat. Karena sebetulnya itu tugas kita semua,” kata Vini.

Dedi Mulyadi Minta Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku senang dengan adanya kritikan mengenai survei ketidakpuasan tentang lapangan pekerjaan yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Dedi Mulyadi menyampaikan rasa prihatin dan meminta maaf atas kondisi yang dialami Raya hingga akhirnya meninggal dunia.

"Saya menyampaikan prihatin dan rasa kecewa yang mendalam, serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia 3 tahun, dan dalam tubuhnya dipenuhi cacing," kata dia seperti dikutip dalam akun Instagramnya @dedimulyadi71, Rabu (20/8/2025).

Dedi mengaku sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani jenazah Raya. Dia juga mengaku sudah mendapatkan laporan soal kondisi keluarga Raya.

Dedi Mulyadi akan memberikan sanksi baik itu ke tim penggerak PKK, Kepala Desa, maupun Bidan Desa akibat peristiwa tersebut.

Reporter: Robby Bouceu/merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya