Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%, Pemerintah Harus Lakukan Ini

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Diminta Fokus Hilirisasi dan Industrialisasi

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Agustus 2025, 17:15 WIB
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid di tengah tantangan global. Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga, serta kerja keras pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Meski demikian, Misbakhun menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, momentum positif tersebut harus dijaga dengan kebijakan yang lebih tajam dan implementasi yang terukur, khususnya pada sektor-sektor pengungkit utama seperti hilirisasi, industrialisasi, pariwisata, dan UMKM.

“Pemerintah perlu lebih agresif mendorong transformasi struktural melalui penguatan pilar-pilar ekonomi yang memiliki efek pengganda tinggi dan berkelanjutan,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Legislator Partai Golkar tersebut menekankan bahwa hilirisasi sumber daya alam merupakan keharusan strategis. Langkah ini, menurutnya, akan meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja berkualitas, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Hilirisasi adalah kunci kedaulatan ekonomi kita. Setiap nikel, bauksit, atau sawit yang diolah di dalam negeri adalah langkah nyata menuju kemandirian bangsa. Pemerintah harus menyiapkan regulasi yang mendukung, serta insentif yang menarik bagi pelaku industri agar target ini tercapai secara efektif,” tegas Misbakhun.

 

 

Peran Sektor Pariwisata dan UMKM

Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Kelan dengan latar belakang pesawat yang mendarat di Tuban, Badung, Denpasar, Kamis (5/5/20222). Kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) ke Pulau Bali, saat libur Lebaran Idul Fitri tahun 2022 terus meningkat. Per hari kedatangan wisdom rata-rata 40 ribu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain itu, Misbakhun menyoroti pentingnya sektor pariwisata dan UMKM sebagai penopang utama ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kedua sektor ini terbukti tangguh, mampu menyerap tenaga kerja besar, serta memberi dampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat di berbagai daerah.

“Pariwisata dan UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat. Pemerintah perlu memberi dukungan penuh, bukan hanya pembiayaan, tetapi juga pelatihan, digitalisasi, dan akses pasar,” pungkasnya.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, DPR, dunia usaha, dan masyarakat, Misbakhun optimistis Indonesia akan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menata fondasi ekonomi yang lebih kokoh untuk menghadapi tantangan ke depan.

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Tembus 5,4%

Pemandangan gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada di atas titik tengah kisaran 4,6 hingga 5,4 persen pada tahun 2025.

"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 diperkirakan akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6 sampai 5,4 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI Agustus 2025, Rabu (20/8/2025).

Optimisme tersebut muncul dilihat dari realisasi pertumbuhan pada triwulan II-2025 yang mencapai 5,12 persen year on year (yoy). Selain itu kinerja ekonomi yang lebih baik dari perkiraan terutama ditopang oleh investasi dan konsumsi rumah tangga yang terus tumbuh positif.

"Ekonomi triwulan 2-2025 tumbuh sebesar 5,12 persen year on year lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 sebesar 4,87 persen year on year," kata Perry.

Dia menuturkan, peningkatan mobilitas masyarakat mendorong daya beli, sementara penanaman modal memberi sinyal kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik. Tak hanya itu, ekspor barang dan jasa juga tumbuh kuat karena adanya antisipasi tarif perdagangan Amerika Serikat.

"Kenaikan pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi sejalan dengan penanaman modal yang tumbuh positif dan konsumsi rumah tangga seiring lebih tingginya mobilitas masyarakat," ujarnya.

 

Berdasarkan Sektoral dan Spasial

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam keterangan pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/4/2025), menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi masih diperkirakan berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%, dengan titik tengah 5,1. (Liputan6.com/Angga Yuniar).

Secara sektoral, seluruh lapangan usaha menunjukkan perbaikan. Industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Dari sisi spasial, pertumbuhan tertinggi dicatatkan wilayah Jawa, sementara daerah lain juga menunjukkan tren positif. Hal ini memperlihatkan keseimbangan pertumbuhan di berbagai wilayah Indonesia.

"Pada semester II-2025 pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik didorong oleh tetap positifnya kinerja ekspor dan meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan ekspansi belanja pemerintah," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya