Korban Tewas Akibat Banjir Monsoon Pakistan Bertambah Menjadi 400 Orang

Sampai kapan diperkirakan hujan Monsoon akan berlangsung?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 20 Agustus 2025, 15:01 WIB
Hujan deras masih menjadi hambatan besar dalam operasi penyelamatan. (Abdul MAJEED/AFP)

Liputan6.com, Islamabad Sedikitnya 400 orang tewas akibat banjir bandang dan hujan deras (Monsoon) yang melanda Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan utara, sejak Kamis (14/8/2025).

Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA) mencatat, 356 korban jiwa berasal dari wilayah tersebut hingga Selasa (19/8).

Hujan Monsoon yang berlangsung beberapa hari telah menimbulkan kerusakan besar, menghanyutkan rumah-rumah, memicu tanah longsor, serta memakan banyak korban.

Otoritas setempat memperkirakan hujan deras masih akan berlanjut hingga akhir pekan, dilansir dari CNA, Rabu (20/8).

Selain banyaknya korban jiwa, ratusan warga dilaporkan terluka dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Sampai saat ini, tim penyelamat dan warga setempat masih dalam misi pencarian korban yang selamat.

Desa Hancur

Beberapa ahli menilai perubahan iklim membuat curah hujan semakin tak terduga dan intens dalam beberapa tahun terakhir. (Abdul MAJEED/AFP)

Di Desa Dalori yang terdampak parah, tim penyelamat menggali lumpur dan reruntuhan untuk mencari korban yang masih hilang.

Umar Islam, buruh berusia 31 tahun yang kehilangan ayahnya pada Senin kemarin, menceritakan betapa beratnya musibah tersebut.

“Penderitaan kami tidak bisa dijelaskan. Dalam hitungan menit, semua yang kami punya hilang. Hidup kami hancur,” ujarnya.

Seorang warga lokal, Fazal Akbar, menyebut banjir tersebut “mengerikan”.

Akses Terputus

Seorang warga mendorong motornya melintasi jalan yang banjir akibat hujan lebat di Peshawar, Pakistan, Senin, 15 April 2024. (AP Photo/Muhammad Sajjad)

Banyak jalan terendam dan putus sehingga menyulitkan evakuasi, sementara jaringan telepon yang rusak membuat sejumlah wilayah terisolasi.

Di Provinsi Sindh bagian selatan, hujan baru mulai turun pada Selasa, tetapi pejabat setempat sudah memperingatkan potensi banjir perkotaan di kota-kota besar termasuk Karachi karena infrastruktur yang lemah.

Selama hujan deras, banyak pengemudi terjebak di jalanan yang tergenang, sementara sejumlah kawasan di Karachi mengalami pemadaman listrik setelah sistem drainase tua gagal menampung debit air.

Di Provinsi Balochistan, hujan merusak 40 hingga 50 rumah di dua distrik serta memutus jalan raya utama yang menghubungkan provinsi itu dengan Sindh, kata pejabat provinsi Muhammad Younis.

Pakistan Rentan Perubahan Iklim

Ilustrasi Musim Hujan Credit: pexels.com/Vlad

NDMA memperkirakan hujan Monsoon masih akan berlanjut hingga Sabtu, dengan gelombang berikutnya diperkirakan terjadi akhir bulan ini.

Sejak 26 Juni, lebih dari 700 orang meninggal dan hampir 1.000 orang terluka akibat musim hujan tahun ini, menurut data resmi.

Pakistan termasuk salah satu negara paling rentan terhadap perubahan iklim.

Pada 2022, banjir Monsoon menenggelamkan sepertiga wilayah negara itu dan menewaskan sekitar 1.700 orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya