Liputan6.com, Jakarta - Shockbreaker atau suspensi adalah komponen penting pada mobil yang berfungsi meredam getaran saat melewati jalan rusak, berbatu, maupun tanjakan. Fungsinya sangat erat kaitannya dengan kenyamanan sekaligus keselamatan berkendara.
Karena itu, kondisi shockbreaker wajib diperhatikan secara rutin agar tidak membahayakan pengemudi maupun penumpang.
Advertisement
Dilansir dari laman resmi Hyundai, Rabu (20/8/2025), berikut lima tanda shockbreaker mobil sudah lemah dan harus segera diganti.
1. Muncul Suara Berdecit
Jika terdengar suara berdecit saat melewati jalan menanjak atau polisi tidur, disertai guncangan lebih keras dari biasanya, itu menjadi tanda shockbreaker sudah aus. Kondisi ini menunjukkan suspensi tidak lagi bekerja optimal dan perlu diganti.
2. Keluar Rembesan Oli
Rembesan oli pada shockbreaker biasanya disebabkan karet seal yang robek atau batang shock yang baret.
Jika dibiarkan, kinerja suspensi akan menurun drastis dan berisiko merusak komponen lain.
3. Bodi Tidak Stabil
Bodi mobil terasa miring atau tidak rata saat melewati tanjakan bisa menjadi indikator shockbreaker bermasalah.
Kondisi ini membuat mobil tidak stabil dan berpotensi mengurangi kenyamanan maupun keamanan.
4. Mobil Terasa Limbung
Mobil yang oleng atau sulit dikendalikan ketika berbelok menandakan suspensi sudah lemah. Shockbreaker yang sehat seharusnya mampu menjaga mobil tetap stabil saat manuver.
5. Getaran Berlebihan
Saat melewati jalan berlubang atau tidak rata, shockbreaker yang baik akan meredam guncangan. Jika justru terasa hentakan lebih keras dari biasanya, besar kemungkinan suspensi sudah rusak.
Segera lakukan pemeriksaan jika mobil menunjukkan tanda-tanda di atas. Periksa kondisi shockbreaker secara berkala, terutama saat melakukan servis rutin, agar performa dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Bagi mobil yang sering digunakan di medan berat atau sudah berusia beberapa tahun, perhatian ekstra pada komponen ini sangat disarankan.