Lucky Hakim Kembali Beraksi Tebar Tumpukan Ular ke Sawah, Warga Tak Berani Mendekat

Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali mencuri perhatian publik. Dalam rangkaian program “Sahabat Tani”, dia kembali menebar puluhan ular ke area persawahan.

oleh SupriatinDiperbarui 19 Agustus 2025, 18:04 WIB
Bupati Indramayu Lucky Hakim Tebar Ular ke Sawah (Instagram @sahabat.luckyhakim)

Liputan6.com, Jakarta- Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali mencuri perhatian publik. Dalam rangkaian program “Sahabat Tani”, dia kembali menebar ratusan ular ke area persawahan.

Yang membuat momen ini semakin unik, aksi itu dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus 2025.

Dalam video yang diunggah akun @sahabat.luckyhakim, Lucky tampil percaya diri mengenakan seragam dinas dan berdiri di pinggir sawah, didampingi kelompok tani. Di depannya, sejumlah boks putih berisi ular, biawak, dan burung hantu berjajar rapi.

“Hari ini saya bersama kelompok tani, kepala desa, dan kepala dinas pertanian merilis atau melepasliarkan kembali ular, biawak, dan burung hantu,” kata Lucky di lokasi.

Pelepasan hewan-hewan tersebut dilakukan untuk mengendalikan hama tikus yang merusak tanaman padi. Namun, meski tujuannya baik, keberanian Lucky melepas ular dan biawak membuat warga yang menyaksikan memilih menjaga jarak aman sekitar satu meter.

Lawan Hama Tikus

Pada 8 Agustus lalu, Lucky Hakim melepas ribuan ular jenis Coelognathus radiatus atau lebih dikenal sebagai ular lanang sapi ke area persawahan.

Menurut Lucky, langkah ini merupakan respons konkret atas keresahan petani terhadap hama tikus yang makin merajalela.

“Kasihan petani gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus sangat banyak,” ungkapnya, 8 Agustus 2025.

Ular-ular yang dilepaskan merupakan hewan asli Indramayu yang selama ini populasinya menurun drastis. Bukan karena punah alami, tapi karena ketakutan warga yang membuat mereka diburu dan dibunuh. Tak hanya ular, predator alami tikus lainnya seperti biawak dan burung hantu pun ikut lenyap dari habitatnya.

“Dulu tikus bisa dikontrol populasinya saat masih banyak ular, biawak, dan burung hantu,” jelas Lucky. “Tapi karena dianggap menakutkan, mereka diburu. Akibatnya, sekarang tikus tak terkontrol.”

Pelepasan ular ini sempat menuai kontroversi karena banyak warganet khawatir pada keamananan warga. Namun, Lucky Hakim yakin pendekatan ekosistem ini lebih ramah lingkungan ketimbang penggunaan racun kimia.

Bukan Ular Berbisa

Lucky Hakim menjawab kekhawatiran publik soal aksinya melepas ribuan ular ke sawah untuk membasmi hama tikus. Dia menegaskan, ular-ular yang dilepasliarkan tidak berbahaya bagi manusia, tidak berbisa, dan tak akan tumbuh menjadi besar seperti ular sanca.

“Ularnya tidak berbisa, ukurannya maksimal hanya sebesar jempol kaki orang dewasa, panjangnya pun hanya sampai 1,5 meter. Ini jenis ular spesialis pemakan tikus dan kodok. Kalau ketemu manusia, justru mereka yang kabur,” jelas Lucky Hakim.

Dia juga menyampaikan bahwa gigitan ular jenis ini pun tak membahayakan. “Kalau pun tertangkap dan menggigit, paling hanya lecet sedikit karena giginya kecil. Saya bahkan punya beberapa video yang menunjukkan ular-ular ini menggigit tangan, luka kecil, tidak berbahaya sama sekali,” lanjutnya.

Ular jenis Lanang Sapi yang dilepas ini dikenal efektif dalam mengontrol populasi tikus. Satu ekor ular dewasa mampu memangsa 2 hingga 3 tikus besar per minggu, bahkan lebih dari 10 anak tikus dalam waktu singkat.

Ciri khas ular ini mudah dikenali, berwarna coklat kekuningan dengan garis memanjang di punggung. Harapannya, para petani bisa dengan mudah mengidentifikasi ular ini dan tidak perlu panik saat menemukannya di sawah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya