Pemilu Iran, `Ulama Moderat` Hassan Rouhani Unggul Sementara

Ada sekitar 50 juta rakyat Iran yang punya hak memberikan suara untuk memilih pengganti Ahmadinejad.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 15 Jun 2013, 13:28 WIB
Rakyat Iran menunggu siapa pemimpin baru yang akan menggantikan Mahmoud Ahmadinejad, yang sudah dua periode memimpin Iran.

Hasil sementara, seperti dimuat BBC, Sabtu (15/6/2013) siang WIB, menunjukan keunggulan Hassan Rouhani, yang didukung kalangan reformis.

Dari 2,9 juta yang telah dihitung, ulama itu mendapatkan 1,46 juta atau 49,8 persen, jauh di depan Walikota Teheran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang mendapatkan 488 ribu suara, atau 16,65 persen.

Dalam aturan pemilu Iran, jika tak ada kandidat yang mendapatkan lebih dari 50 persen, pemilu ulang akan digelar Jumat depan.

Ada sekitar 50 juta rakyat Iran yang punya hak memberikan suara untuk memilih pengganti Ahmadinejad -- yang selama 8 tahun kepemimpinannya diwarnai gejolak ekonomi dan sanksi barat atas program nuklir Iran.

Kementerian dalam negeri mulai merilis angka perhitungan sementara Sabtu pagi setelah penundaan selama beberapa jam.

Voting sempat diperpanjang hingga pukul 23.00 waktu setempat atau 01.00 WIB, Sabtu dini hari, untuk mengakomodasi para pemilih. Sementara, belum jelas kapan hasil akhir bisa diketahui.

Ulama Moderat

Meski 6 kandidat digambarkan sebagai konservatif, para analis mengatakan, Hassan Rouhani, ulama berusia 64 tahun, sebagai moderat. Ia pernah menduduki beberapa jabatan parlemen dan menjabat sebagai kepala perunding nuklir - - ia merebut hati kalangan reformis dalam beberapa hari terakhir.

Naiknya dukungan dari kaum reformis terutama didapat setelah kandidat mereka, Mohammad Reza Aref memilih mengundurkan diri, atas saran mantan Presiden pro-reformasi Iran, Mohammad Khatami. Khatami, juga mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani diketahui mendukung  Rouhani.

Namun jalannya Rouhani menuju kursi presiden sama sekali tak mudah. Lawan terberatnya adalah kandidat dari garis keras,  Mohammad Baqer Qalibaf -- yang dipandang sebagai konservatif pragmatis - negosiator nuklir Saeed Jalili dan - yang dikatakan sangat dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Setelah pemilu resmi ditutup, enam kandidat mengeluarkan pernyataan bersama meminta para suporter tenang.  "Kami minta warga tak mengindahkan rumor kemenangan dan aprade yang dilakukan. Hindari berkumpul sebelum pengumuman resmi dikeluarkan."

Pemimpin tertinggi akan meratifikasi suara pada tanggal 3 Agustus. (Ein/Ary)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya