Rupiah Loyo Hari Ini 19 Agustus 2025 Usai Libur HUT RI

Rupiah melemah sebesar 32,50 poin atau 0,20 persen menjadi 16.230 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya 16.198 per dolar AS.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Agustus 2025, 10:45 WIB
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari Selasa. Rupiah melemah sebesar 32,50 poin atau 0,20 persen menjadi 16.230 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya 16.198 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah salah satunya dipengaruhi oleh antisipasi pelaku pasar terhadap pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang dapat mengarah ke hawkish terkait kebijakan suku bunga acuannya.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang 'rebound' oleh antisipasi pidato hawkish Powell dalam beberapa kesempatan pekan ini, diantaranya risalah FOMC dan Jackson Hole," ujar Lukman saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, pidato Jerome Powell akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam pertemuan para pejabat bank sentral dunia pada Simposium Jackson Hole di AS tanggal 21-23 Agustus 2025.

Selanjutnya, pelaku pasar juga akan memperhatikan pidato Jerome Powell pada pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes pada Kamis (21/8/2025) pekan ini.

 

 

 

 

Suku Bunga AS

Petugas menunjukkan uang rupiah di penukaran uang, Jakarta, Senin (9/11/2020). ). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar

Berdasarkan laporan FedWatch CME, ada kemungkinan sebesar 83 persen The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan September 2025, namun sikap hawkish bank sentral AS menjadi langkah antisipasif pelaku pasar saat ini.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan pada Jumat (15/08), yang tidak menghasilkan kesepakatan gencatan senjata atau kesepakatan formal untuk mengakhiri perang Ukraina.

Sebelumnya, pada Rabu (13/8/2025), Trump mengancam akan memberikan "konsekuensi berat" apabila Putin tidak menyetujui perdamaian, mengingat Trump telah mengancam tarif tinggi terhadap pembeli utama minyak Rusia, yaitu India dan China.

Para analis mengatakan pembatasan yang lebih ketat terhadap ekspor energi dari Moskow dapat memperburuk kendala pasokan yang ada, terutama di Eropa, dan sebagian Asia yang masih sangat bergantung pada minyak mentah dan produk olahan Rusia.

Dari kawasan Asia, perekonomian China melambat di hampir semua sektor pada Juli 2025, yang mana aktivitas pabrik, investasi, dan penjualan ritel mengecewakan ekspektasi, dipengaruhi pengetatan Beijing terhadap perang harga serta dampak lanjutan tarif impor dari Trump.

 

 

 

 

 

 

Ekonomi China

Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Pada Jumat (15/8/2025), data Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan produksi pabrik dan tambang hanya naik 5,7 persen year-on-year (yoy) atau terendah sejak November 2025 dan di bawah proyeksi, dibandingkan kenaikan 6,8 persen (yoy) pada Juni 2025.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat ULN periode Juni 2025 sebesar 433,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp6.976,1 triliun (kurs Jisdor Rp16.109 per dolar AS per 14 Agustus 2025), atau menurun dibandingkan sebesar Rp7.100,28 triliun pada Mei 2025.

Tingkat pertumbuhan ULN juga melambat, yang mana tumbuh 6,1 persen (yoy) pada kuartal II-2025, dibandingkan pertumbuhan 6,4 persen (yoy) pada kuartal I-2025, yang dipengaruhi oleh ULN swasta yang melanjutkan kontraksi pertumbuhan.

Berdasarkan komposisi, ULN pemerintah pada April-Juni 2025 sebesar 210,1 miliar dolar AS atau setara Rp3.382,6 triliun.

 

 

 

 

Infografis Nilai Tukar Rupiah (Liputan6.com/Trie Yas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya