Liputan6.com, Jakarta - Meskipun cuaca mendung dan hujan gerimis terus turun, hal tersebut sama sekali tak menyurutkan pelaksanaan upacara pengibaran sang saka merah putih pada HUT ke-80 Republik Indonesia (RI) di Provinsi Papua Tengah. Kali ini upacara memperingati detik-detik proklamasi digelar di Ballroom, Kantor Gubernur Papua Tengah.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa beserta istri nampak hadir menggunakan baju daerah khas Kabupaten Paniai. Hal tersebut menjadi moment perdana Gubernur Papua Tengah menjadi pembina upacara sebagai Gubernur Definitif Papua Tengah.
Advertisement
Turut hadir pula Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley beserta istri yang juga menggunakan pakaian adat Papua. Terlihat turut hadir pula jajaran Forkopimda Papua Tengah dan Kabupaten, unsur TNI/POLRI, Kapolda Papua Tengah, Danrem, Ketua dan pimpinan DPR Papua Tengah, Rektor USWIM, para pelajar serta masyarakat.
Dalam amanatnya, Meki Nawipa menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah melainkan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus terus dijaga.
"Hari ini bendera merah putih kembali berkibar dengan gagah. Itu simbol bahwa kita semua harus terus bersatu membangun Papua Tengah yang lebih baik," ungkap Meki Nawipa.
Meki menambahkan bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat untuk melanjutkan cita-cita para pahlawan dengan membangun Papua Tengah yang aman, sejahtera dan penuh persaudaraan.
Pembentangan Bendera Merah Putih
Perayaan HUT RI ke-80 tersebut juga diisi dengan pembentangan bendera merah putih di peraian Nabire sepanjang 80 meter.
Selain itu Pemerintah Provinsi papua Tengah juga me-launching sekolah gratis aplikasi pendataan siswa orang asli papua dan non Papua, program sekolah sepanjang hari, penyerahan remisi dan penyerahan BPJS.