Gempa M5,0 Guncang Bitung, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

BMKG menyebut, gempa di Kota Bitung terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

oleh Tim NewsDiterbitkan 18 Agustus 2025, 20:16 WIB
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (18/8/2025).

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (18/8/2025) pukul 17.05 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya subduksi Lempeng Laut Maluku,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter update magnitudo M5,0 dengan episenter terletak pada koordinat 1,06° LU ; 125,56° BT. Lokasi gempa berada di laut, sekitar 64 kilometer tenggara Kota Bitung, pada kedalaman 42 kilometer.

Analisis mekanisme sumber mengindikasikan gempa memiliki pergerakan naik (thrust fault).

Daryono menjelaskan, gempa dirasakan di Manado dan Bitung dengan skala intensitas III MMI atau setara getaran nyata di dalam rumah, mirip seperti truk besar melintas.

Meski demikian, hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 

Tiga Gempa Susulan

Ilustrasi Gempa. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Hingga pukul 17.30 WIB, BMKG mencatat tiga gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4,0.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diharapkan menghindari bangunan retak atau rusak, serta memastikan rumah aman dari potensi bahaya sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi yang sudah terverifikasi,” tegas Daryono.

Infografis 16 Zona Gempa Megathrust di Indonesia. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya