Status Juara Piala Dunia Antarklub, Kenapa Chelsea Masih Tanpa Sponsor Utama di Jersey?

Chelsea jadi satu-satunya klub Premier League tanpa sponsor utama musim ini. The Blues incar kontrak jangka panjang senilai 65 juta pounds per musim.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 18 Agustus 2025, 18:43 WIB
Bek Chelsea, Levi Colwill menunjukkan gestur terkejut karena kecewa dengan keputusan hakim garis saat bertanding melawan Everton pada pekan 34 Liga Inggris 2024/2025 di Stamford Bridge, Sabtu (26/4/2025) malam WIB. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea memulai musim 2025/2026 dengan status unik di Premier League. Sebagai juara Piala Dunia Antarklub, mereka menjadi satu-satunya tim papan atas Inggris yang tampil tanpa sponsor utama di bagian depan jersey.

Nottingham Forest baru saja mengumumkan kerja sama dengan perusahaan judi Amerika, Bally, sehingga hanya The Blues yang belum memiliki mitra serupa. Namun, situasi ini bukan karena minim peminat, melainkan strategi klub.

Menurut laporan BBC, Chelsea telah menerima banyak tawaran. Meski begitu, manajemen memilih memprioritaskan kerja sama jangka panjang yang sesuai visi bisnis klub.


Chelsea Bidik Kesepakatan Besar

Marc Cucurella berusaha menyundul bola dalam duel Chelsea melawan Crystal Palace pada pekan pertama Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Minggu (17/8/2025). (AFP/Justin Talis)

Chelsea disebut menargetkan kontrak bernilai sekitar 65 juta pounds per musim. Angka ini dipatok sejalan dengan keberhasilan klub lolos ke Liga Champions dan menjuarai Piala Dunia Antarklub edisi terbaru.

Salah satu perusahaan yang dikabarkan sedang dalam pembicaraan adalah maskapai asal Arab Saudi, Riyadh Air. Meski belum ada kesepakatan final, rumor ini menunjukkan arah yang ingin dituju Chelsea.

Situasi ini mengingatkan pada musim 2023/24, saat Chelsea juga memulai liga tanpa sponsor utama. Kala itu, mereka baru menjalin kontrak dengan Infinite Athlete senilai lebih dari 40 juta pounds setelah liga bergulir.


Tren Sponsor di Premier League

Aksi gelandang Chelsea, Enzo Fernandez saat menghadapi Fulham pad alaga Lga Inggris 2022/2023 di Stamford Bridge, London (3/2/2023). Enzo Fernandez dilepas ke Chelsea pada tengah musim 2022/2023 usai tampil apik bersama Timnas Argentina di Piala Dunia 2022 dengan nilai transfer 121 juta euro atau setara Rp2 triliun setelah baru membela Benfica hanya setengah musim sejak didatangkan dari River Plate pada awal musim 2022/2023. (AFP/Glyn Kirk)

Fenomena sponsor judi semakin mendominasi Premier League. Pada musim 2024/2025, tercatat ada 11 klub yang bekerja sama dengan perusahaan taruhan, meningkat dari delapan klub di musim sebelumnya.

Namun, peta sponsor dipastikan berubah. Pada 2023, klub-klub Premier League sepakat menghapus sponsor judi di bagian depan jersey mulai musim 2026/2027, sebagai bagian dari revisi regulasi bersama pemerintah Inggris.

Keputusan itu membuat sponsor judi hanya diperbolehkan muncul di lengan baju. Selain itu, pemain akademi berusia di bawah 18 tahun dilarang mengenakan jersey dengan logo perusahaan judi, sehingga mereka tampil dengan seragam polos dalam pertandingan resmi.


Big Six Jauhi Sponsor Judi

Di tengah tren meningkatnya sponsor judi, klub-klub elite Premier League memilih jalur berbeda. Enam tim besar, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham, tidak menampilkan brand judi di bagian depan jersey mereka.

Chelsea kini berada di jalur yang sama, meski bukan karena menolak sponsor sepenuhnya, melainkan demi mencari mitra yang sesuai dengan visi jangka panjang. Situasi ini menempatkan klub dalam posisi tawar yang tinggi.

Dengan pengalaman sebelumnya, Chelsea diyakini akan segera mendapatkan sponsor besar. Pertanyaan utamanya: apakah The Blues akan kembali menggandeng perusahaan teknologi, atau beralih ke industri penerbangan dengan Riyadh Air?

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya