Hilirisasi Pertanian Jadi Prioritas, Amran Dorong HIPMI Ambil Peran Strategis

Amran menegaskan, hilirisasi menjadi prioritas utama pembangunan pertanian ke depan.

oleh Tim NewsDiperbarui 17 Agustus 2025, 09:02 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Dok Kementan)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), untuk mengambil peran strategis dalam mempercepat hilirisasi sektor pertanian.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya akan menciptakan nilai tambah besar, tetapi juga membuka jutaan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Hilirisasi adalah kunci. Jika kita serius menggarap ini, akan ada 8,6 juta lapangan kerja baru dari sektor budidaya hingga industri pengolahan hasil perkebunan,” kata Amran di Jakarta.

Amran menegaskan, hilirisasi menjadi prioritas utama pembangunan pertanian ke depan. Komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, mete, kelapa sawit, hingga kapas dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi, baik untuk kebutuhan ekspor maupun substitusi impor.

“Nilai tambah produk pertanian harus dinikmati di dalam negeri. Kita harus hentikan ekspor bahan mentah. Semua harus diolah, diserap industri lokal, dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia mencontohkan industri kelapa. Dari kelapa dalam seharga Rp1.350 per kilogram, bisa diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan nilai jual Rp145.000 per liter, atau naik 107 kali lipat. Produk turunan lainnya seperti cocopeat, cocofiber, hingga bioenergi juga menawarkan peluang besar bagi industri makanan, minuman, hingga energi terbarukan.

 

Jadi Mitra Strategis

Dalam kesempatan itu, Amran mengajak HIPMI menjadi mitra strategis pemerintah untuk mendorong hilirisasi pertanian. “HIPMI ini anak-anak kita. Beri mereka panggung, beri dukungan. Mereka yang akan melanjutkan pembangunan. Inilah momen dan peluang emas untuk HIPMI bergerak,” ujarnya.

Amran menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa sumber daya alam melimpah dan kemampuan produksi pertanian sepanjang tahun. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha muda, katanya, sangat penting untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus mewujudkan ketahanan pangan.

Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menyatakan apresiasi dan komitmennya. “Terima kasih Pak Menteri atas motivasi dan arahannya. Ini menjadi energi baru bagi kami. HIPMI siap menjadi inisiator untuk menghimpun para pelaku usaha pertanian dan bersinergi dengan pemerintah,” katanya.

Ekawati menegaskan, HIPMI DIY siap menjadi motor penggerak dalam pembangunan pertanian berbasis hilirisasi. “Kami siap ambil bagian dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

Infografis Bahan Pangan Lokal Bernutrisi tapi Jarang Diketahui. (Liputan6.com/Triyasni)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya