Kinerja Saham ELSA Melonjak, Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan kinerja saham yang impresif, mencapai harga tertinggi dalam delapan tahun terakhir berkat strategi pertumbuhan dan fundamental perusahaan yang kuat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Agustus 2025, 12:30 WIB
Kinerja PT Elnusa Tbk (Elnusa). Dok Elnusa

Liputan6.com, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mengumumkan kinerja saham yang sangat baik. Harga saham ELSA berhasil mencapai rekor tertinggi, level yang belum pernah dicapai dalam delapan tahun terakhir.

Direktur Keuangan Elnusa Stanley Iriawan menjelaskan, selama periode 2021 hingga Juli 2025, Elnusa menunjukkan tren pertumbuhan harga saham dan kapitalisasi pasar yang konsisten, meskipun menghadapi fluktuasi pasar modal. Pada akhir 2021, saham ELSA ditutup pada harga Rp 276 per lembar.

Memasuki tahun 2022, harga saham mulai naik menjadi Rp 312, naik 13% dari tahun sebelumnya.

"Tren positif ini berlanjut pada 2023, dengan harga saham meningkat menjadi Rp 388 atau naik 24%. Peningkatan ini juga diikuti oleh kenaikan kapitalisasi pasar dari Rp 2,28 triliun menjadi Rp 2,83 triliun," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (17/8/2025).

Pada Juni 2024, harga saham ELSA sempat mencapai puncaknya di Rp 545 per lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 3,46 triliun.

Momentum positif ini terus berlanjut hingga Juli 2025, di mana harga saham kembali mencetak rekor baru di level Rp 550 per lembar, menjadi harga tertinggi dalam delapan tahun terakhir," kata Stanley.

 

Respons Pasar

Kinerja PT Elnusa Tbk (Elnusa). Dok Elnusa

Stanley Iriawan melanjutkan, kinerja saham yang positif dalam lima tahun terakhir ini mencerminkan respons pasar yang baik atas strategi pertumbuhan dan penguatan fundamental perusahaan.

"Kami terus berupaya menjaga struktur permodalan yang sehat, mengoptimalkan kinerja operasional, dan mengelola risiko secara bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan investor," kata dia. 

Stanley menambahkan bahwa tren positif ini merupakan hasil kerja sama tim Elnusa dalam menjaga eksekusi strategi bisnis, efisiensi, dan inovasi layanan yang disiplin. Ke depannya, Elnusa akan tetap fokus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.

Selain itu, Elnusa juga terus meningkatkan sinergi dalam ekosistem BUMN untuk memperluas peluang bisnis dan memperkuat kerja sama strategis.

Perseroan mengoptimalkan belanja modal untuk mendukung visinya sebagai perusahaan jasa di sektor energi, baik di dalam maupun di luar Pertamina.

 

Pendanaan

Elnusa berkontribusi dalam penemuan cadangan minyak baru pada kegiatan pengeboran sumur eksplorasi East Pondok Aren (EPN-001) di Bekasi, Jawa Barat. (Dok Pertamina)

Dari sisi pendanaan, Elnusa mendapatkan dukungan permodalan yang kuat dari sektor perbankan, yang menunjukkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan terhadap kinerja dan prospek bisnis perusahaan.

Penguatan sistem digitalisasi juga terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan kualitas layanan.

Pencapaian ini menunjukkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan berkelanjutan Elnusa, yang didukung oleh strategi bisnis adaptif, manajemen risiko yang berhati-hati, dan eksekusi operasional yang solid.

Konsistensi ini menjadikan saham ELSA tetap menarik bagi investor dan memperkuat posisinya sebagai emiten jasa energi terintegrasi dengan prospek jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya