Respons Arahan Prabowo, BP Taskin Siap Komitmen Penuh Percepat Implementasi Program MBG

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan komitmen penuh dalam mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

oleh Tim NewsDiperbarui 16 Agustus 2025, 14:29 WIB
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan komitmen penuh dalam mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Merespons arahan Presiden Prabowo dalam pidatonya hari ini, Jumat (15/8/2025) Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan komitmen penuh dalam mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan targeting yang tepat sasaran dan berbasis data komprehensif.

"Pasca arahan Bapak Presiden hari ini, BP Taskin siap mempercepat pelaksanaan program strategis ini dengan metodologi yang telah kami kembangkan secara cermat," ujar Budiman, melalui keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).

"Kami akan memfokuskan 1.000 titik Satuan Pendidikan Penyelenggara (SPPG) pada kantong-kantong kemiskinan dan daerah 3T untuk memastikan dampak optimal bagi anak-anak yang paling membutuhkan," tegas Budiman Sudjatmiko.

Metodologi Berbasis Data

Budiman menjelaskan, BP Taskin telah mengembangkan metodologi penentuan lokasi SPPG yang menggabungkan tiga indikator utama yaitu tingkat kemiskinan kabupaten/kota berdasarkan data BPS 2024, identifikasi daerah 3T sesuai Perpres 63/2020, dan estimasi populasi siswa SD-SMA dari data Susenas 2024.

"Metodologi kami menggunakan pendekatan berbasis permintaan (demand-based) dengan menghitung proporsi siswa di setiap wilayah terhadap total nasional. Kami telah mengidentifikasi 264 kabupaten/kota sebagai kantong kemiskinan, dengan 115 di antaranya memenuhi seluruh kriteria prioritas," ucap dia.

Menurut Budiman, untuk daerah 3T, BP Taskin telah memetakan 62 kabupaten/kota daerah tertinggal dan 11 kabupaten/kota yang memenuhi seluruh kriteria wilayah 3T, dengan total estimasi 392.000 siswa yang akan dilayani melalui 41 unit SPPG di 5 provinsi Indonesia bagian timur.

 

Distribusi Proporsional dengan Jaminan Pemerataan

MBG di Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Budiman mengatakan, sistem alokasi BP Taskin menerapkan prinsip minimal 1 titik SPPG per kabupaten/kota yang memenuhi kriteria, dengan distribusi tambahan berdasarkan proporsi jumlah siswa. Formula ini mencakup buffer cadangan 20% untuk mengantisipasi kebutuhan lapangan yang dinamis.

"Nusa Tenggara Timur menjadi prioritas tertinggi dengan 4 kabupaten target melayani 241.263 siswa, diikuti Maluku dengan 3 kabupaten untuk 63.988 siswa, serta Papua dan sekitarnya dengan 4 kabupaten melayani 50.050 siswa," papar dia.

Sementara itu, sebagai wujud komitmen serius, BP Taskin akan mengirimkan tim khusus ke Kabupaten Toraja Utara pada 20 Agustus 2025 untuk mempersiapkan implementasi 6 titik SPPG di 2 kecamatan terpencil.

"Misi ini merupakan pilot project untuk menguji efektivitas metodologi di lapangan sebelum replikasi nasional," kata dia.

"Toraja Utara dipilih karena karakteristiknya sebagai daerah dengan tantangan geografis dan aksesibilitas yang tinggi. Pengalaman di sana akan menjadi pembelajaran berharga untuk penyempurnaan strategi implementasi di seluruh Indonesia," sambung Budiman.

 

Sinergi Program dan Dampak Jangka Panjang

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat menggelas jumpa pers di Kantor BP Taskin, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025)

Menurut Budiman, BP Taskin mengintegrasikan program MBG dengan strategi pengentasan kemiskinan nasional yang lebih luas, menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia melalui intervensi gizi pada usia sekolah.

"Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi strategis dalam pembangunan SDM Indonesia," kata dia.

"Dengan targeting berbasis data dan monitoring real-time, kami optimis dapat mencapai dampak optimal dalam mengurangi stunting dan meningkatkan prestasi akademik anak-anak di daerah tertinggal," sambung Budiman.

Dia menyebut, dalam implementasi program MBG, BP Taskin menjalin koordinasi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai leading sector pelaksanaan program.

"Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri berperan vital dalam memastikan sinkronisasi dengan pemerintah daerah di seluruh target lokasi, memfasilitasi koordinasi lintas wilayah, penguatan kapasitas pemda, dan integrasi program MBG dengan agenda pembangunan daerah untuk memastikan sustainability dan efektivitas implementasi di tingkat regional." ucap dia.

"BP Taskin akan terus melakukan evaluasi berkala dan penyesuaian metodologi berdasarkan kondisi lapangan untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan program MBG kedepan," tandas Budiman.

 

Prabowo Targetkan Program MBG Bisa Menjangkau 82,9 Juta Siswa, Ini Alasannya

Presiden Prabowo menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR. Prabowo memaparkan capaian 300 hari pemerintahan yang meliputi pelaksanaan sejumlah program kerja cepat (quick wins) dalam 10 bulan terakhir. (Dok Biro Pers/Setpres)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membeberkan komitmennya ingin membangun generasi unggul melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikannya dalam pidato kenegaraan dalam rangka penyampaian pengantar/keterangan atas RUU tentang APBN tahun Anggaran 2026 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

"Generasi unggul lahir dari tubuh yang sehat, dengan gizi terpenuhi. kita hilangkan stunting dalam Waktu yang secepat-cepatnya," kata Prabowo.

Dia mengungkapkan, MBG sudah dilaksanakan di seluruh provinsi dan akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh pelosok negeri.

"MBG kita targetkan mampu menjangkau 82,9 juta siswa," jelas Prabowo.

Tak hanya itu, Ketua Umum Gerindra ini juga menyinggung soal asupan gizi untuk ibu hamil dan balita melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi yang dibangun di berbagai daerah.

"Ke depan program ini akan efektif memberikan manfaat yang luas dan optimal bagi masyarakat," kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan, MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan Indonesia.

"Juga memperdayakan UMKM dan ekonomi lokal yang akan tumbuh semakin kuat, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru, dan memberdayakan jutaan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM," kata dia.

Karena itu, sambung Prabowo, untuk menjalankan program tersebut, pemerintah akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar.

"Kita alokasikan sebesar Rp 335 triliun," pungkasnya.

Infografis Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya