Liputan6.com, Jakarta - SUV listrik terbaru Xiaomi, YU7, mencatat prestasi luar biasa pada hari peluncurannya, 26 Juni 2025. Dalam tiga menit pertama, sebanyak 200 ribu unit dipesan konsumen.
Angka ini meningkat menjadi 289 ribu unit dalam satu jam, dan mencapai 315.900 unit hanya dalam tiga hari.
Advertisement
Namun, antusiasme tinggi tersebut belum berbanding lurus dengan pengiriman kendaraan. Sepanjang Juli 2025, Xiaomi hanya berhasil mengirim 6.042 unit YU7 ke tangan konsumen, jauh di bawah jumlah pesanan yang menggunung.
Xiaomi saat ini mengoperasikan dua fasilitas produksi. Pabrik fase pertama memiliki kapasitas 150 ribu unit per tahun dan telah beroperasi selama satu tahun.
Sementara itu, pabrik fase kedua baru rampung pertengahan Juni lalu dan diperkirakan akan memiliki kapasitas setara setelah proses peningkatan produksi selesai.
Berdasarkan data Yiche, penjualan ritel SUV menengah-besar pada Juli 2025 menempatkan Xiaomi YU7 di peringkat keempat, di bawah Li L6 (14.830 unit), Leapmotor C16 (6.586 unit), dan Li L7 (6.237 unit).
Target Xiaomi tahun ini adalah mengirim 350 ribu unit kendaraan. Setelah mencatat 150 ribu unit pada semester pertama, perusahaan harus menyalurkan rata-rata 33 ribu unit per bulan di semester kedua.
Pada Juli, gabungan pengiriman YU7 dan sedan SU7 baru mencapai 30.452 unit.
Antrean Panjang YU7-SU7
Meski kehadiran YU7 diharapkan dapat mengurangi antrean pengiriman SU7, hanya sekitar 10 persen pemesan SU7 yang beralih.
Saat ini, waktu tunggu YU7 mencapai lebih dari 10 bulan, yang dinilai terlalu lama di tengah pesatnya perkembangan mobil listrik.
Untuk mempercepat distribusi, Xiaomi mulai meminta sebagian konsumen membayar penuh di awal agar pengiriman mereka diprioritaskan.
Meski demikian, tumpukan pesanan YU7 dan SU7 masih menjadi tantangan besar bagi Xiaomi hingga akhir tahun.