Liputan6.com, Jakarta - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatatkan, nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) per akhir Juli 2025 mencapai Rp 29,57 miliar dengan volume 11,01 juta lembar saham.
Direktur Utama KPEI, Iding Pardi, menyampaikan bahwa nilai transaksi Triparty Repo pada Juli 2025 sebesar Rp 503,93 miliar, dengan nilai outstanding Rp 515,28 miliar.
Advertisement
"KPEI mengelola agunan anggota kliring dan nasabah senilai total Rp 37,67 triliun. Angka ini terdiri dari agunan online sebesar Rp 30,35 triliun dan agunan offline Rp 7,32 triliun,” ujar Iding dalam konferensi pers, Senin (11/8/2025).
Per Juli 2025, dana jaminan yang berfungsi sebagai sumber pendanaan terakhir dalam penjaminan penyelesaian transaksi tercatat Rp 9,06 triliun. Cadangan jaminan juga meningkat menjadi Rp 206,90 miliar, sejalan dengan penyisihan 5% laba bersih tahun 2024 sesuai keputusan RUPS Tahunan pada 23 Juni 2025.
Adapun untuk segmen Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA), khususnya produk Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), nilai outstanding transaksi pada Juli 2025 mencapai USD 160 juta. Sepanjang 2025, total nosional DNDF tercatat USD 1,7 miliar dengan posisi nett nosional USD 1,5 miliar dan efisiensi netting sebesar 10,3%.
Selain mencatatkan kinerja transaksi, KPEI juga telah menerapkan insentif haircut triparty repo untuk meningkatkan efisiensi MKBD partisipan. Perusahaan juga mempertahankan sertifikasi ISO 9001, ISO 22301, dan ISO 37001.
Pada semester II 2025, KPEI menyiapkan sejumlah inovasi layanan, termasuk triparty agent repo SBN, manajemen agunan untuk transaksi bilateral, layanan Non-Centrally Cleared Derivative (NCCD), CCP Repo, serta produk PUVA baru seperti Overnight Index Swap (OIS) dan Interest Rate Swap (IRS).
Pasar Modal Indonesia Bergairah: 43 Efek Baru Tercatat dalam Sepekan
Aktivitas pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian menggeliat. Dalam periode 7–11 Juli 2025, tercatat sebanyak 43 efek baru masuk ke pasar, terdiri atas 25 obligasi, 10 sukuk, dan 8 saham perdana. Lonjakan pencatatan ini mencerminkan kepercayaan tinggi pelaku pasar terhadap kondisi pasar modal Indonesia serta keberlangsungan mekanisme pendanaan di BEI.
Awal Pekan yang Sibuk
Dikutip dari keterangan tertulis, BEI, Minggu 13/7/2025), sederet efek korporasi masuk ke papan pencatatan pada Senin 7 Juli 2025.
Di antaranya adalah:
- Obligasi Berkelanjutan IV Bank Victoria Tahap I 2025,
- Sustainability Bond BNI,
- Obligasi Bank Mandiri Taspen,
- Sukuk Ijarah Samudera Indonesia,
- Obligasi dan subordinasi dari KB Bank,
- Obligasi dan sukuk dari Sampoerna Agro,
- Obligasi Astra Sedaya Finance, dan
- Obligasi serta sukuk wakalah dari Petrindo Jaya Kreasi.
Dua Saham Baru, Satu Hari
Pada Selasa (8/7), dua emiten resmi melantai di BEI:
- PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), perusahaan ke-15 tahun ini, bergerak di bidang angkutan laut domestik dan menghimpun dana Rp200,1 miliar.
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), emiten ke-16 yang bergerak di produksi kemasan plastik rigid B2B, menggalang dana Rp100,7 miliar.
Rabu Penuh Emisi
Tanggal 9 Juli 2025, BEI kembali dipadati pencatatan berbagai obligasi dan sukuk dari emiten besar, seperti:
- Toyota Astra Financial Services,
- Merdeka Battery Materials,
- BUMI Resources,
- Adira Finance,
- PNM,
- TBS Energi Utama, dan lainnya.
Tak ketinggalan, dua saham baru juga mencatatkan IPO:
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebagai emiten ke-17, mengantongi dana jumbo Rp2,37 triliun.
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) sebagai emiten ke-18, menghimpun dana Rp220,6 miliar.