Nikkei 225 Pecahkan Rekor, Bursa Asia Melambung Usai Gencatan AS–China

Kebangkitan bursa Asia pagi ini tak lepas dari kabar positif yang datang semalam: Amerika Serikat (AS) dan China memperpanjang gencatan senjata perdagangan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Agustus 2025, 08:10 WIB
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah libur perdagangan, bursa saham di kawasan Asia dan Pasifik kembali bergairah pada perdagangan Selasa pagi. Suasana optimistis menyelimuti bursa Asia, terutama di Jepang, yang indeks utamanya, Nikkei 225, melesat 1,26% hingga mencetak rekor tertinggi baru.

Mengutip CNBC, Selasa (12/8/2025), bursa saham Jepang kompak naik. Indeks Nikkei 225 naik 1,26%, mencetak rekor tertinggi baru, sementara indeks Topix menguat 0,74%.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,66%, sedangkan Kosdaq naik 0,4%. Sedangkan indeks saham Australia yaitu S&P/ASX 200 relatif stabil.

Kebangkitan pasar ini tak lepas dari kabar positif yang datang semalam: Amerika Serikat (AS) dan China memperpanjang gencatan senjata perdagangan. Perpanjangan ini memberi kedua negara—yang memiliki ekonomi terbesar di dunia—waktu lebih longgar untuk menegosiasikan kesepakatan dagang.

Bagi pasar, ini berarti berkurangnya ketidakpastian yang sempat membayangi perdagangan global.

Perhatian investor di Australia pagi ini tertuju pada keputusan suku bunga yang akan diumumkan Bank Sentral Australia (RBA) siang nanti. Ekspektasinya, suku bunga acuan akan dipangkas dari 3,85% menjadi 3,6%, langkah yang diharapkan bisa memberi dorongan bagi perekonomian.

 

Prediksi Analis

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Dari sisi proyeksi para analis ada sedikit perbedaan arah. Kontrak berjangka untuk indeks Nikkei 225 di Chicago berada di 42.295 dan di Osaka di 42.270—menunjukkan sinyal penguatan lanjutan dari penutupan sebelumnya di 41.820,48. Sebaliknya,

Hang Seng Index Hong Kong diperkirakan akan dibuka melemah, dengan kontrak berjangka di 24.765, lebih rendah dari penutupan terakhir di 24.906,81.

Pasar Asia pagi ini juga mengambil petunjuk dari Wall Street, yang semalam ditutup melemah di ketiga indeks utamanya. Namun, di sesi awal perdagangan Asia, sebagian besar kontrak berjangka AS justru bergerak positif.

S&P 500 berjangka naik 0,21%, Nasdaq 100 berjangka menguat 0,13%, sementara Dow Jones berjangka turun tipis 15 poin atau 0,03%.

 

Investor Optimistis

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Dengan latar belakang perpanjangan gencatan senjata dagang AS–China, kebijakan moneter yang dinanti di Australia, dan sentimen positif dari rekor Nikkei 225, pasar Asia memulai pekan perdagangan yang baru ini dengan nada optimistis.

Namun, investor tetap waspada—menyadari bahwa pasar global saat ini bergerak cepat merespons setiap perkembangan politik dan ekonomi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya