Jenazah Prada Lucky Dimakamkan di Kupang Hari Ini, Proses Hukum Diminta Tetap Berjalan Transparan

Jenazah Prada Lucky Chepril Saprutra, prajurit TNI Angkatan Darat yang diduga meninggal akibat penganiayaan oleh seniornya, dimakamkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pukul 12.00 WITA.

oleh Tim RegionalDiperbarui 09 Agustus 2025, 12:52 WIB
Prada Lucky Namo (23), prajurit TNI di NTT akhirnya meninggal dunia setelah dirawat secara intensif selama empat hari di rumah sakit usai diduga mendapat penganiayaan berat dari seniornya. (Liputan6.com/ Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Prada Lucky Chepril Saprutra, prajurit TNI Angkatan Darat yang diduga meninggal akibat penganiayaan oleh seniornya, dimakamkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pukul 12.00 WITA.

“Hari ini dimakamkan di TPU Kapadala,” ujar Sersan Mayor Christian Namo, ayah Prada Lucky, di Kupang, dikutip dari Antara, Sabtu (9/8/2025).

Prosesi pemakaman diawali dengan ibadah bersama di rumah duka yang terletak di dalam kawasan asrama TNI Kuanino.

Christian menjelaskan, pemakaman dilakukan pada Sabtu karena menunggu kedatangan kakak perempuan Prada Lucky yang baru tiba di Kupang hari ini.

Meski jenazah akan dimakamkan, Christian menegaskan bahwa proses hukum terhadap para terduga pelaku penganiayaan harus tetap akan berlanjut.

"Saya harapkan proses hukumnya dilakukan secara transparan dan para pelakunya harus diproses hukum," tambahnya.

Berdasarkan pantuan di lokasi, sejumlah warga, keluarga dan teman dekat dari almarhum Prada Lucky terus berdatangan untuk mengikuti prosesi ibadah pemakaman.

Prada Lucky sebelumnya dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit di Nagekeo pada Rabu (6/8) setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, diduga akibat dianiaya oleh sejumlah seniornya.

 

24 Anggota TNI Diperiksa

Suasana di rumah duka jelang penguburan Prada Lucky Namo

Sebanyak 24 anggota TNI diperiksa dalam kasus meninggalnya prajurit TNI AD di Nusa Tenggara Timur bernama Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga dianiaya seniornya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana mengatakan mereka yang diperiksa adalah terduga pelaku penganiayaan dan saksi atas meninggalnya Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril saat bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hingga saat ini, ada lebih dari 24 orang yang sedang diperiksa, baik sebagai terduga pelaku maupun saksi. Semua dimintai keterangan dalam proses pemeriksaan ini," kata Wahyu saat ditemui di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat dilansir Antara, Jumat (8/8/2025).

Saat ini, kata Kadispenad, semua terduga pelaku penganiayaan Prada Lucky dan saksi dalam kasus yang terjadi di salah satu satuan di bawah Kodam IX/Udayana itu tengah diperiksa intensif oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) di Kupang, NTT.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya