Pramono Diam-Diam Groundbreaking Taman Bendera Pusaka, Megawati Ikut Hadir

Peletakan batu pertama itu digelar tertutup dari awak media

oleh Winda NelfiraDiperbarui 08 Agustus 2025, 18:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menggelar peletakan batu pertama atau groundbreaking Taman Bendera Pusaka. Dalam peletakan batu pertama itu hadir pula Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menggelar peletakan batu pertama atau groundbreaking Taman Bendera Pusaka. Peletakan batu pertama digelar Pramono di Taman Langsat, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025).

Dalam peletakan batu pertama itu hadir pula Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Hadir pula Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin. Namun, peletakan batu pertama itu digelar tertutup dari awak media.

“Saya kenapa tidak mengundang teman-teman media baru kali ini? Karena pertama saya mengundang Ketua DPRD, saya mengundang Ibu Mega yang suka tanaman, dan saya tidak ingin acara groundbreaking ini, karena disitu memang ada orang yang dari jauh-jauh hari pengen mengganggu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/8/2025), dalam keterangan diterima. 

Adapun Taman Bendera Pusaka ialah proyek penataan dan pengintegrasian tiga taman di sekitar kawasan Blok M, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Sebelum groundbreaking dilakukan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga merelokasi para pedagang di Pasar Barito.

Pramono bilang, Megawati ikut dalam peletakan batu pertama tersebut karena dia penggemar tanaman. Menurut Pramono, Megawati juga akan menyumbang beberapa tanaman yang bisa ditempatkan di Taman Bendera Pusaka.

“Dan saya juga baru tahu Ibu Mega dulu pernah belajar tanaman di tempat itu ketika muda,” ujarnya.

 

Dialog

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa secara khusus ingin persoalan groundbreaking Taman Bendera Pusaka itu berlangsung dengan baik. Kendati ada protes dari pedagang di Pasar Barito, Pramono menekankan proses relokasi dengan pedagang sudah melalui dialog.

“Sebagai gubernur saya bertanggung jawab dan pelaksanaan untuk membangun Taman Bendera Pusaka ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat Jakarta,” ucap Pramono.

Ia juga menegaskan, Wali Kota Jakarta Selatan bersama sejumlah dinas terkait telah menemui pedagang untuk menyelesaikan segala permasalahan soal relokasi.

“Saya sudah menugaskan Wali Kota Jakarta Selatan, Kepala Dinas UMKM, dan Kepala Dinas Pertamanan, dan mereka sudah berdialog. Jauh-jauh hari ini sudah sebulan lebih mereka juga sudah tanda tangan,” kata dia.

Infografis 100 Hari Kerja Pramono Anung-Rano Karno Pimpin Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya