PBB Ingatkan Krisis Kemanusiaan Akibat Minimnya Pendanaan Global

PBB menyebut dana kemanusiaan turun 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

oleh Tim GlobalDiperbarui 09 Agustus 2025, 07:51 WIB
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 549 warga Palestina tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat penembakan tentara Israel di dekat pusat bantuan dan lokasi truk makanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sejak 27 Mei 2025. (Eyad BABA/AFP)

Liputan6.com, New York City - Seorang Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (7/8/2025) mengungkapkan, dari USD 46 miliar yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan global pada 2025, hingga saat ini baru diterima kurang dari 17 persen.

"Lebih dari setengah tahun telah berlalu, (namun) lanskap pendanaan kemanusiaan masih memprihatinkan," ujar Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq dalam sebuah konferensi pers harian, mengutip pernyataan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Haq mengatakan, jumlah pendanaan yang telah diterima sejauh ini tersebut menandai penurunan 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dikutip dari laman Antara News, Sabtu (9/8).

Kekurangan pendanaan tersebut, kata dia, merupakan pengingat yang jelas bahwa jutaan warga rentan akan kelaparan tanpa bantuan yang sangat mereka butuhkan.

Pada Juni, menghadapi pemangkasan pendanaan terbesar yang pernah dialami oleh sistem kemanusiaan internasional, OCHA meluncurkan seruan global dengan prioritas sangat tinggi untuk membantu 114 juta warga lewat penargetan kebutuhan yang paling mendesak dalam laporan Global Humanitarian Overview 2025 yang lebih luas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya