AirAsia Rilis Seragam Baru Pramugari di Kuala Lumpur Fashion Week 2025, Desainnya Ada Sentuhan Indonesia

Seragam baru pramugari AirAsia memakai hingga 40 persen bahan tekstil daur ulang.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 08 Agustus 2025, 08:00 WIB
AirAsia rilis seragam baru pramugari di Kuala Lumpur Fashion Week 2025. (dok. AirAsia)

Liputan6.com, Jakarta - AirAsia "mendarat" di landasan pacu Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW) 2025 untuk memperkenalkan seragam awak kabin mereka. Desain terbaru ini menggabungkan bahan daur ulang yang dirancang untuk memberi peningkatan kenyamanan, kecocokan, dan fungsi dengan sentuhan keahlian khas Malaysia-Indonesia, kendati tidak menyebutkan jelas detail yang dimaksud.

Di acara yang sama, AirAsia X juga memperkenalkan varian seragam sederhananya untuk rute tertentu, seperti Jeddah dan Medina, melansir situs web maskapai penerbangan itu, Kamis, 7 Agustus 2025. Seragam baru ini menampilkan campuran kain yang ditingkatkan, yang mencakup hingga 40 persen bahan tekstil daur ulang, sambil menawarkan nuansa yang lebih lembut, fleksibilitas yang lebih baik, dan kemudahan gerakan selama berjam-jam di udara.

"Ringan dan mudah dirawat, seragam pramugari ini mendukung anggota kru dalam melakukan tugas mereka dengan nyaman dan percaya diri," tulis AirAsia. Tas tangan yang didesain ulang juga diluncurkan, menambahkan sentuhan kreativitas kerajinan tangan ke ansambel tersebut, menurut mereka.

Bukan Semata Perubahan Kain

AirAsia rilis seragam baru pramugari di Kuala Lumpur Fashion Week 2025. (dok. AirAsia)

Kepala Kru Kabin Grup AirAsia, Suhaila Hassan, mengatakan, "Ini bukan hanya perubahan dalam kain, ini adalah perubahan dalam pola pikir. Awak kabin kami menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan seragam, dan penting bagi kami bahwa apa yang mereka kenakan tidak hanya fungsional, tapi juga mencerminkan nilai-nilai yang kami perjuangkan."

"Dengan memilih bahan daur ulang dan bekerja sama dengan mitra yang berbagi prinsip lingkungan dan sosial kami, kami menunjukkan bahwa kemajuan adalah mungkin, satu langkah pada satu waktu. Kami selalu mengatakan bahwa orang-orang kami adalah jantung dari maskapai penerbangan."

"Seragam ini dirancang dengan mempertimbangkan mereka, nyaman, bernapas, dan mudah untuk dipindahkan. Pada saat yang sama, mereka mewakili sesuatu yang lebih besar: komitmen kami yang berkembang untuk melakukan bisnis secara bertanggung jawab dan mengangkat komunitas tempat kami berasal. Hasilnya adalah seragam yang berbicara tentang tujuan dan kebanggaan."

Gandeng Desainer Lokal

AirAsia rilis seragam baru pramugari di Kuala Lumpur Fashion Week 2025. (dok. AirAsia)

Tahun ini menandai satu dekade kemitraan dinamis AirAsia dengan KLFW, sebuah tonggak sejarah yang mencerminkan dukungan berkelanjutan maskapai penerbangan untuk bakat dan inovasi Asean. Presentasi dibuka dengan pertunjukan berenergi tinggi oleh grup pop Malaysia DOLLA, wajah kampanye Asian AirAsia, diikuti momen landasan pacu yang merayakan keragaman dan semangat awak kabin AirAsia dari seluruh wilayah.

Sebagai bagian dari segmen "Design to Sustain," AirAsia berdiri bersama desainer lokal, memperkuat perannya sebagai lebih dari sekadar pembawa, tapi platform yang memperjuangkan kreativitas, budaya, dan kolaborasi di seluruh wilayah. KLFW sendiri telah dibuka pada Senin, 4 Agustus 2025, lapor Says.

Pekan mode itu dimulai dengan perayaan budaya Malaysia yang berani, berkat kolaborasi antara label lokal Sofia Iman dan Suria KLCC. Bertema "Warisan yang Dibayangkan Ulang, Gaya yang Didefinisikan Ulang," presentasi ini menetapkan batu pijakan, dengan interpretasi ulang yang mencolok dari keahlian tradisional melalui lensa modern, terutama menyoroti songket.

KLFW 2025

Pembukaan Kuala Lumpur Fashion Week 2025. (dok. Instagram @klfashionweek/https://www.instagram.com/p/DM9lBsNRUeb/)

Sorotan terutama tertuju pada delapan desainer Malaysia yang menghidupkan visi Sofia Iman: ABU, Ashley @ Kapas, Atelier Prive Melson, FUZA oleh Fuzana Mokhtaza, Jimmy Lim, Jimmy Wong, TANGOO, dan Uzair Shoid. Koleksi ini merupakan penghormatan pada para penenun Terengganu, para perajin di balik potongan songket yang indah.

Dengan menanamkan teknik tradisional dengan siluet modern, pertunjukan ini bertujuan mengangkat songket melampaui batas-batas tradisionalnya, menyajikannya sebagai pernyataan mode yang relevan secara global. "Kemitraan kami dengan Sofia Iman untuk KLFW 2025 adalah bukti komitmen kami dalam memelihara bakat lokal dan menampilkan kekayaan budaya Malaysia," kata Direktur Eksekutif dan Chief Executive Officer Suria KLCC, Francis Tan.

KLFW 2025 akan menampilkan lebih dari 55 desainer dan jenama Malaysia, masing-masing menyoroti interpretasi unik dari gaya, identitas, dan inovasi. "Kolaborasi ini menggarisbawahi misi kami untuk menyediakan platform bagi desainer lokal untuk bersinar dan bagi dunia untuk melihat keindahan dan inovasi yang melekat dalam tradisi kami," kata dia.

Infografis The Big 4, Pekan Mode Bergengsi Dunia. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya